Tegangan aki basah umunya bisa berubah-ubah, tergantung pada kondisi cairan di dalamnya. Apabila cairan berkurang maupun kualitasnya menurun, maka output listrik otomatis akan ikut menjadi tidak stabil.
Sedangkan versi keringnya mampu memberi tegangan yang lebih konsisten. Hal inilah yang menjadikan aki kering, lebih cocok untuk motor modern yang banyak mengandalkan berbagai fitur elektronik.
Jika dirawat dengan baik, maka aki basah dapat bertahan cukup lama. Namun sayangnya, beberapa pengguna kerap lupa untuk merawatnya, sehingga usia pemakaiannya jadi lebih pendek.
Di sisi lain, aki kering cenderung lebih awet lantaran lebih tahan terhadap oksidasi, getaran, hingga suhu tinggi. Sehingga cocok buat pengendara yang ingin solusi jangka panjang.
Terkait harga, versi basah jelas lebih hemat di kantong dan sangat mudah di temukan. Sementara itu, aki kering harganya tentu lebih tinggi, tergantung pada mereknya. Meski begitu, sebanding dengan segala kepraktisan dan daya tahannya.
Demikian tadi pertanyaan mengenai, aki bekas motor dihargai berapa. Seperti yang diketahui, harga aki bekas berbeda-beda tergantung pada jenis, kondisi dan mereknya. Semoga membantu!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari