- Pelatihan mekanik AHASS distandarisasi langsung oleh PT Astra Honda Motor (AHM) melalui jenjang TTL.
- TTL-1 difokuskan pada kemampuan dasar perawatan atau maintenance motor bagi lulusan vokasi/SMK.
- Jenjang TTL-2 dan TTL-3 membekali mekanik dengan keahlian perbaikan berat hingga sistem diagnostik.
Level tertinggi dalam pendidikan mekanik reguler di jaringan AHASS adalah TTL-3. Pendidikan ini sangat krusial di era motor modern yang sudah berbasis teknologi injeksi dan sistem elektronik canggih.
![Para teknisi AHASS tengah melakukan preparasi sepeda motor Honda yang dikirim konsumen [Wahana].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/08/23/84770-wahana-ahass-pt-wms-02-suaradotcom.jpg)
Mekanik level TTL-3 difokuskan pada kemampuan Diagnostic. Mereka dilatih untuk menggunakan alat pemindai khusus Honda guna mendeteksi masalah pada sistem sensor dan komputer motor (ECU).
Kemampuan ini dibutuhkan untuk menangani masalah yang tidak terlihat secara kasat mata, sehingga perbaikan menjadi lebih akurat dan efisien.
Mengapa Harus Ada Jenjang Pendidikan?
Penerapan sistem pendidikan berjenjang dari TTL-1 hingga TTL-3 ini bukan tanpa alasan. Standarisasi ini memastikan bahwa siapa pun mekanik yang menangani motor Anda, baik di kota besar maupun daerah, memiliki kompetensi yang sama baiknya.
Dengan pendidikan yang terstruktur, mekanik tidak hanya sekadar "bongkar-pasang", tetapi memahami prosedur teknis yang telah ditetapkan oleh pabrikan.
Hal inilah yang membuat layanan di bengkel resmi AHASS tetap dipercaya oleh jutaan pengguna motor Honda di Indonesia.
Menjadi mekanik AHASS adalah tentang dedikasi untuk terus belajar. Dimulai dari dasar perawatan di level SMK, hingga menjadi ahli diagnostik di jenjang profesional.
Dengan sistem pelatihan yang matang dari PT Astra Honda Motor, kompetensi mekanik akan selalu terjaga demi kepuasan dan keselamatan pengendara.