Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:56 WIB
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
Pikap Mahindra Scorpio yang diimpor dari India dan akan digunakan sebagai kendaraan Koperasi Desa Merah Putih. [Dok Mahindra Indonesia]
  • Rektor Paramadina Didik J Rachbini mengkritik rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 pikap India.
  • Impor pikap India secara masif dikhawatirkan menekan neraca perdagangan dan melemahkan strategi ekspor otomotif Indonesia.
  • Kebijakan ini dianggap inkonsisten dengan upaya pemerintah memperkuat industrialisasi dan basis produksi regional.

Suara.com - Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini mengkritisi rencana perusahaan negara, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105.000 pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Didik menilai rencana impor pikap India tersebut mencerminkan permasalahan kepemimpinan ekonomi dan industrialisasi yang tidak sinkron karena dapat melemahkan arah kebijakan industri nasional.

"Di tengah implementasi kebijakan industrialisasi dan, kebijakan jalan pintas ini berpotensi menjadi langkah deindustrialisasi yang terselubung. Jika terus dilakukan, maka ini menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional," kata Didik lewat keterangannya kepada Suara.com yang dikutip pada Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, rencana tersebut dapat menimbulkan masalah makroekonomi, karena impor masif akan menekan neraca perdagangan dan sekaligus akan membuat neraca pembayaran tertekan terus negatif. Dia memamaparkan Indonesia sudah mengekspor otomotif ke manca negara dalam jumlah besar atau sekitar lebih setengah juta unit.

"Kebijakan ini melemahkan strategi ekspor otomotif Indonesia. Negara yang tengah berupaya memperkuat posisi sebagai basis produksi otomotif regional justru berisiko berubah menjadi pasar bagi produsen luar negeri," ujarnya.

Di samping itu, juga menjadi preseden buruk karena dianggap mengorbankan industri domestik demi solusi jangka pendek, yang pada gilirannya berisiko melemahkan fondasi transformasi ekonomi nasional. Didik menyebut industri otomotif Indonesia telah mapan sebagai basis produksi regional dan eksportir global selama dua dekade terakhir.

Banjirnya barang impor dikhawatirkan akan memangkas tingkat utilisasi pabrik, menekan volume produksi, serta merusak daya saing yang selama ini telah dibangun melalui investasi besar.

Dia menilai kebijakan ini sebagai langkah yang keliru sekaligus bentuk ketidakkonsistenan strategi industrialisasi pemerintah. Di satu sisi, pemerintah berupaya mendorong TKDN, investasi manufaktur, dan penguatan rantai pasok, namun di sisi lain justru melemahkannya dengan membuka impor kendaraan secara masif.

"Inkonsistensi kebijakan seperti ini menciptakan ketidakpastian bagi investor dalam dan luar negeri, serta berisiko merusak kredibilitas kebijakan industri jangka panjang," ujarnya.

Didik pun menegaskan pemerintah harus membatalkan rencana pembelian 105.000 pikap tersebut. Dia menekankan perlunya arah kebijakan yang konsisten dan strategis dengan menjadikan prioritas produksi domestik melalui pengadaan pemerintah.

"Dana publik, dan pajak harus digunakan untuk memperkuat industri nasional. Pemerintah mendorong peningkatan investasi kendaraan niaga lokal dan membuat kebijakan industri yang konsisten dengan agenda hilirisasi," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun

Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:43 WIB

Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India

Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:38 WIB

Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri

Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:19 WIB

Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India

Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 20:39 WIB

Terkini

Berapa Biaya dan Pajak Motor Listrik Polytron Fox 500? Segini Hitungannya

Berapa Biaya dan Pajak Motor Listrik Polytron Fox 500? Segini Hitungannya

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Pesona Motor Trail Baru Suzuki DR-160, Performa dan Harganya Bikin WR155, CRF150L dan KLX150 Minder

Pesona Motor Trail Baru Suzuki DR-160, Performa dan Harganya Bikin WR155, CRF150L dan KLX150 Minder

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 08:34 WIB

Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk

Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 19:07 WIB

Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan

Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 17:40 WIB

Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan

Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 17:33 WIB

Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!

Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 16:15 WIB

7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!

7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 10:54 WIB

Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi

Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 19:00 WIB

Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan

Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 18:05 WIB

Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?

Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB