Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri

Liberty Jemadu

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:19 WIB
Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri
Rencana impor pikap India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara berpotensi ancam PHK buruh nasional. [Dok SIS]
baca 10 detik
  • KSPI memperkirakan produksi 105.000 unit pikap dalam negeri serap 10.000 pekerja baru dalam 6–12 bulan.
  • Rencana impor pikap India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara berpotensi ancam PHK buruh nasional.
  • KSPI mendesak pemerintah membatalkan impor dan menyerahkan pemenuhan 105.000 unit kepada pabrikan otomotif domestik.

Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperkirakan jika produksi 105.000 unit kendaraan jenis bak terbuka atau pikap dilakukan di dalam negeri bisa membantu menyerap setidaknya 10 ribu tenaga kerja baru dalam periode 6 bulan hingga 1 tahun produksi.

Sebanyak 10.000 tenaga kerja akan diserap oleh industri otomotif Indonesia jika PT Agrinas Pangan Nusantara membeli 105.000 pikap dan truk di dalam negeri alih-alih impor pikap India secara utuh atau CBU.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menerangkan jumlah pekerja yang terserap itu hanya hitungan kasar dalam proses produksi. Ini belum termasuk lapangan kerja di sektor layanan purnajual, termasuk suku cadang dan servis.

"Kalau diproduksi di Indonesia, itu bisa menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja. Belum lagi industri suku cadang dan maintenance yang ikut bergerak. Penyerapan tenaga kerjanya akan panjang," kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara berencana melakukan impor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung operasional koperasi desa (kopdes) merah putih.

Impor tersebut terdiri atas 35 ribu unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd (M&M), 35 ribu unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.

Said mengatakan rencana impor tersebut berpotensi mengancam kelangsungan kerja puluhan ribu buruh di industri otomotif nasional.

Menurutnya, masuknya 105.000 unit pikap impor akan membuat output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun, yang pada akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga PHK.

"Anggota kami di produsen-produsen mobil sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi PHK karena output produksi bisa turun akibat impor 105.000 pick-up dari India," ujar Said.

baca juga

Ia menyampaikan KSPI meminta pemerintah membatalkan rencana impor tersebut dan menyerahkannya kepada produsen otomotif yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi di dalam negeri.

Ia menyebut sejumlah produsen otomotif seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, hingga Mitsubishi memiliki kapasitas teknologi dan produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apabila persoalan harga menjadi pertimbangan, pemerintah dapat melakukan negosiasi spesifikasi.

"Kalau harga dianggap mahal, spesifikasinya bisa disesuaikan. Fitur otomatis bisa jadi manual, dashboard digital bisa disederhanakan. Tinggal negosiasi. Jangan malah impor," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India

Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 17:02 WIB

Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?

Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 16:25 WIB

Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran

Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 16:11 WIB

Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal

Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal

Otomotif | Senin, 23 Februari 2026 | 15:05 WIB

Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:53 WIB

Terkini

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

4 Skincare dengan Galactomyces untuk Mencerahkan dan Merawat Tekstur Kulit

4 Skincare dengan Galactomyces untuk Mencerahkan dan Merawat Tekstur Kulit

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Oles Balsem di Kemaluan Jadi Rahasia Mauresmo Hinoke Cetak Banyak Gol, Bakal Dipanggil John Herdman?

Oles Balsem di Kemaluan Jadi Rahasia Mauresmo Hinoke Cetak Banyak Gol, Bakal Dipanggil John Herdman?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×