- Toyota Indonesia mengekspor 298.457 unit kendaraan sepanjang 2025, tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Sejak 1987 hingga akhir 2025, total ekspor Toyota Indonesia telah mencapai 3.151.794 unit ke lebih dari 100 negara.
- Ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota pada 2025 meningkat 23% menjadi 22.868 unit, didukung model populer.
Suara.com - Toyota Indonesia mengawali lembaran tahun baru 2026 dengan pencapaian gemilang. Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, perusahaan berhasil mengekspor sebanyak 298.457 unit kendaraan ke pasar internasional.
Angka tersebut menunjukkan performa yang nyaris menembus angka 300 ribu unit sekaligus mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka 276.089 unit.
Data GAIKINDO menunjukkan bahwa sejak tahun 2020 hingga 2025, Toyota Indonesia secara konsisten menyumbangkan sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia. Tren positif ini sejalan dengan kinerja industri otomotif nasional yang mencapai total ekspor 518.212 unit pada tahun 2025.
Secara akumulatif sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota telah mengirimkan 3.151.794 unit kendaraan karya anak bangsa ke lebih dari 100 negara di berbagai kawasan mulai dari Asia hingga Oseania.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini, dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir. Kami meyakini peningkatan ekspor produk otomotif sepanjang tahun 2025 dari kendaraan ICE maupun elektrifikasi, dapat memperkuat fondasi industri otomotif Indonesia serta menambah kontribusi bagi neraca dagang nasional. Hal ini mengingat peran sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” ujar Nandi Julyanto Presiden Direktur PT TMMIN, Jumat (26/2/2026)
Beberapa model kendaraan yang menjadi primadona di pasar global meliputi Kijang Innova Zenix baik varian bensin maupun hybrid, Veloz, Fortuner, hingga Yaris Cross.

Menariknya, antusiasme konsumen luar negeri terhadap kendaraan elektrifikasi buatan SDM Indonesia meningkat pesat. Pada tahun 2025, pengiriman unit elektrifikasi mencapai 22.868 unit atau naik 23 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024.
“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh. Seiring peningkatan tingkat kandungan lokal yang telah mencapai 80%, kami turut mendukung penguatan industri otomotif nasional melalui produksi dan ekspor kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), serta sejumlah model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV,” tutup Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Baca Juga: Beli BYD M6 atau Toyota Innova Zenix? Cek Komparasi Cicilan dan Operasionalnya