Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:05 WIB
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya (Instagram)
baca 10 detik
  • PT Agrinas mengimpor 105 ribu pickup dari India yang memicu polemik standar emisi kendaraan.
  • India telah menerapkan standar emisi ketat BS6 atau setara Euro 6 sejak April 2020. 
  • Pickup Mahindra Scorpio berstandar Euro 4 sah di Indonesia, namun sudah dilarang di India. 

Suara.com - Dunia otomotif Tanah Air tengah dihebohkan oleh langkah besar PT Agrinas Pangan Nusantara. Keputusan perusahaan tersebut untuk mengimpor 105 ribu unit pickup dari India memicu perdebatan panas di berbagai kalangan.

Alih-alih disambut sebagai angin segar bagi industri niaga, muncul dugaan tak sedap yang menyebut Indonesia hanya dijadikan "tong sampah" alias tempat pembuangan pickup usang yang sudah tidak laku di negara asalnya.

Benarkah tudingan tersebut? Mari kita bedah faktanya dari sisi regulasi dan spesifikasi teknis.

Akar Masalah: Jurang Standar Emisi India vs Indonesia

Kecurigaan publik bermula dari perbedaan tajam mengenai regulasi emisi gas buang antara India dan Indonesia.

Saat ini, India telah menetapkan standar emisi yang sangat ketat bernama Bharat Stage 6 (BS6), yang secara teknis setara dengan standar global Euro 6.

Di sisi lain, salah satu armada pickup yang diimpor ke Indonesia, yakni Mahindra Scorpio, diketahui tidak memenuhi standar BS6 tersebut.

Jika merujuk pada laman resmi Mahindra Indonesia dan brosur produknya, pickup tangguh ini masih mengandalkan mesin dengan standar Euro 4 (setara BS4).

Mahindra Scorpio di Indonesia masih menggunakan standar Euro 4 (Mahindra Indonesia)
Mahindra Scorpio di Indonesia masih menggunakan standar Euro 4 (Mahindra Indonesia)

Regulasi Ketat India: Langsung Lompat ke BS6

baca juga

Mengapa Mahindra Scorpio berstandar BS4 dibilang "barang buangan"? Jawabannya ada pada aturan ketat pemerintah India.

Disitat dari Transportpolicy, India membuat keputusan radikal dengan melompat langsung dari standar BS4 ke BS6 tanpa melewati masa transisi BS5.

Regulasi tersebut tertuang dalam Automotive Industry Standard (AIS) 137 tentang Bharat Stage VI yang diterbitkan oleh Ministry of Road Transport & Highways (MoRTH) India. Aturan ini resmi berlaku secara nasional sejak April 2020.

Artinya, kendaraan niaga maupun penumpang dengan standar emisi di bawah BS6—termasuk spesifikasi Euro 4—sudah haram beroperasi atau dijual sebagai kendaraan baru di jalanan India selama enam tahun terakhir.

Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2023, India memasuki fase BS6 Phase 2 (Real Driving Emissions/RDE).

Pengujian emisi kini dilakukan langsung di kondisi jalan nyata, bukan lagi sekadar simulasi laboratorium. Hal ini memaksa pabrikan di India untuk memproduksi kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan.

Faktanya: Barang Sampah atau Sekadar Beda Aturan?

Lantas, apakah sah menyebut mobil impor Agrinas ini sebagai barang sampah? Jawabannya kembali pada regulasi yang berlaku di Indonesia.

Secara hukum dan aturan lalu lintas yang berlaku di Indonesia saat ini, kendaraan dengan standar Euro 4 masih sangat layak dan legal untuk dioperasikan.

Pemerintah Indonesia sendiri baru mewajibkan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel pada April 2022 lalu.

Jadi, dari kacamata regulasi lokal, Mahindra Scorpio yang dibawa oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sama sekali bukan barang ilegal atau melanggar hukum. Spesifikasinya masih sejalan dengan syarat ambang batas emisi di Indonesia.

Menyebut mobil impor India ini sebagai "barang sampah" mungkin terlalu berlebihan jika diukur dengan hukum di Tanah Air.

Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa secara teknologi global, kendaraan tersebut mengusung spesifikasi emisi "generasi lama" yang sudah dipensiunkan di negara asalnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia. Selama standar emisi di dalam negeri belum sejajar dengan negara-negara produsen seperti India atau Eropa, celah masuknya kendaraan dengan teknologi emisi yang lebih rendah akan selalu terbuka lebar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?

Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:02 WIB

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:26 WIB

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×