- Banyak pemudik terpaksa melewati jalan tanah persawahan Purwomartani demi menghindari kemacetan Jalan Jogja-Solo.
- Pengendara roda empat mengaku panik dan tidak bisa putar balik saat masuk pelosok desa.
- Pengelola jalan tol akhirnya menghapus rute nyasar tersebut dari aplikasi navigasi demi keamanan pemudik.
Melihat fenomena nyasar massal ini, PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) langsung mengambil langkah cepat dan tegas.
Humas PT JMJ, Rachmat Jesiman, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meminta penghapusan rute alternatif sawah tersebut dari aplikasi navigasi digital.
Kini, satu-satunya akses masuk resmi dan aman menuju GT Purwomartani dikembalikan seutuhnya melalui Jalan Nasional Jogja-Solo.
5. Penambahan Rambu dan Petugas Jaga
Sebagai tindak lanjut agar kejadian serupa tidak terulang, pengelola jalan tol juga menerjunkan petugas untuk standby di titik-titik rawan misnavigasi.
Rambu-rambu fisik penunjuk arah menuju gerbang tol diperbanyak agar pemudik memiliki panduan nyata di lapangan, bukan sekadar menatap layar ponsel.
6. Volume Kendaraan Memang Sedang Membludak
Tingginya antusiasme masuk tol dari jalur yang salah ini sejalan dengan data lonjakan arus balik.
Berdasarkan catatan Back Office Smart Province DIY (24/3/2026), arus kendaraan menuju entrance Purwomartani meningkat tajam.
Puncak kepadatan terjadi pada pukul 13.00-14.00 WIB dengan 1.899 kendaraan melintas hanya dalam satu jam. Secara total hingga petang hari, tak kurang dari 16.527 kendaraan telah mengakses jalur fungsional tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat unik bagi kita semua: teknologi memang memudahkan perjalanan, tapi melihat rambu jalan raya dan bertanya pada warga sekitar seringkali bisa menyelamatkan kita dari "wisata sawah" dadakan!