Suara.com - Belakangan semakin banyak orang yang beralih ke motor listrik dengan banyak pertimbangan. Salah satu alasan paling populer adalah pada efisiensi pengeluaran. Tapi jika dilihat jangka panjang, estimasi ongkos operasional motor listrik vs motor bensin jangka waktu 5 tahun irit mana?
Jika ingin melihat perbandingan ongkos operasional, jelas terlebih dahulu harus dicermati pada setiap variabel yang ada. Maka dengan demikian masing-masing variabel yang berpengaruh pada biaya tersebut dapat Anda cermati di sini.
1. Pembelian Awal
Pada variabel pertama jelas adalah harga motor. Motor listrik biasanya memiliki harga lebih tinggi karena menggunakan teknologi yang secara umum lebih baru. Di pasaran, harganya ada di kisaran belasan juta hingga puluhan juta rupiah pada seripremium.
Pada motor bensin, Anda bisa menemukan varian yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan motor listrik. Selain biaya produksinya memang lebih rendah, hal ini juga karena biaya lain yang akan muncul di kemudian hari terbilang lebih besar.
2. Biaya ‘Bahan Bakar’
Perhitungan bahan bakar jadi salah satu hal paling fundamental pada perbandingan ini.
Motor listrik hanya memerlukan daya listrik yang tidak besar, dengan kisaran Rp2,500 hingga Rp3.000 per kWh. Pengisian dilakukan secara rutin dengan daya 1 hingga 2 kWh per pengisian, dan dapat digunakan hingga jarak tempuh rata-rata 60 kilometer.
Pada motor bensin, Anda memerlukan sekitar Rp20.000-an untuk jarak tempuh yang sama. Jadi pada dasarnya, untuk urusan bahan bakar, motor listrik jelas jauh lebih unggul jika dibandingkan.
3. Biaya Perawatan dan Servis Rutin
Pada motor listrik, variabel seperti oli, busi, filter udara, dan sejenisnya tidak akan masuk dalam hitungan. Bukan karena tidak memerlukan penggantian, namun karena pada dasarnya komponen ini tidak ada. Anda hanya perlu melakukan perawtan pada rem, ban, dan sistem kelistrikan. Jika diestimasikan, biaya tahunannya sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000-an tanpa kerusakan masif. Jadi jika dalam hitungan 5 tahun, biayanya ada di kisaran Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000-an.
Pada motor bensin, Anda perlu melakuakn pengantian oli secara rutin, servis mesin berkala, banyak komponen yang perlu diganti dan diperbaiki setiap saat, dan masih harus memastikan kondisi sistem kelistrikannya. Per tahun, estimasi biayanya bisa mencapai Rp1,200.000-an tanpa servis besar. Dalam skala 5 tahun, biayanya ada di kisaran Rp6.000.000-an.
4. Pajak Kendaraan dan Subsidi
Motor listrik menjadi salah satu objek pajak yang mendapatkan keringanan hingga 90% di beberapa daerah. Belum lagi, jenis kendaraan ini juga mendapatkan program subsidi dalam rangka menstimulasi pembeliannya. Pajak tahunannya jika dihitung ada di kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000 dan dalam tempo 5 tahun paling tinggi sekitar Rp1.000.000-an.
Pada motor bensin atau motor konvensional, pajak akan mengikuti kapasitas mesin dan harga kendaraan yang Anda miliki. Rata-rata pajak per tahunnya ada di kisaran Rp300.000 hingga Rp600.000-an, yang jika dikalikan dalam lima tahun akan di angka sekitar Rp3.000.000-an, belum memperhitungkan pajak lima tahunan dan pergantian plat nomor.
5. Efisiensi Penggunaan Energi
Baterai motor listrik rata-rata mememiliki usia 3 hingga 5 tahun, dengan efisiensi energi mencapai lebih dari 90%. Artinya dari daya yang diisikan, 90% dikonversi menjadi energi yang mendorong motor listrik Anda.
Pada motor konvensional, efisiensi penggunaan energinya hanya ada di kisaran 30%. Energi yang dihasilkan terbuang dalam bentuk panas mesin, dan bahkan bisa menjadi lebih boros saat mesin tidak dirawat.
Memperhitungkan setiap variabel di atas, secara rata-rata dan keseluruhan motor listrik dan motor bensin, gambarannya adalah sebagai berikut:
Pada motor besin yang hemat, BBM yang diperlukan ada di kisaran Rp4,300.000 per tahun, menjadi sekitar Rp21,500.000 selama 5 tahun. Servis dan oli akan menghabiskan biaya sekitar Rp720.000 per tahun, dan ada di angka Rp3,600.000 dalam skala 5 tahun. Perhitungan dua variabel itu sendiri sudah mencapai kisaran Rp25.000.000-an.
Pada motor listrik, pengeluaran untuk pengisian daya ada di kisaran Rp50.000-an per bulan, dikalikan 60 menjadi Rp3.000.000 per 5 tahun. Biaya servis akan sangat minim, sekitar Rp150.000 per tahun dan ada di perkiraan Rp750.000 per tahun. Totalnya ada di kisaran Rp3,750.000 per tahun.
Itu tadi estimasi ongkos operasional motor listrik vs motor bensin jangka waktu 5 tahun. Semoga menjadi gambaran yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian