- Badan Gizi Nasional mengadakan motor trail listrik Emmo JVX GT untuk mendukung operasional kepala satuan pelayanan tahun 2025.
- Kendaraan tersebut dibeli melalui PT Yasa Artha Trimanunggal dengan harga Rp 49,95 juta per unit berstatus off the road.
- Pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis ini memicu sorotan tajam masyarakat terkait efisiensi penggunaan anggaran negara.
Suara.com - Munculnya puluhan ribu unit motor trail dengan logo Badan Gizi Nasional atau BGN menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Kendaraan yang ditujukan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini memicu beragam spekulasi kritis di tengah masyarakat mengenai urgensi serta besaran anggarannya yang fantastis.
Menanggapi keriuhan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi bahwa pengadaan kendaraan operasional tersebut sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Dadan menjelaskan bahwa motor trail ini khusus diperuntukkan bagi operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG" ujar Dadan saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Berdasarkan data dari laman Inaproc, motor trail listrik bermerek Emmo JVX GT tersebut disediakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal. Harga yang tercantum mencapai Rp 49,95 juta yang sudah termasuk PPN 12 persen. Namun catatan penting menunjukkan bahwa harga tersebut masih berstatus off the road serta belum mencakup garansi.
Jika merujuk pada laman resmi Emmo, harga retail motor ini bahkan menyentuh angka Rp 56,8 juta per unit dengan tingkat kandungan lokal sebesar 48,5 persen.
Secara spesifikasi otomotif, Emmo JVX GT merupakan motor listrik tipe adventure dengan tenaga mencapai 7.000 W. Kendaraan ini dirancang tangguh untuk melintasi jalan raya maupun jalur offroad dengan ground clearance setinggi 320 mm. Jarak tempuh standarnya adalah 70 km untuk satu baterai, namun bisa meningkat hingga 140 km jika menggunakan konfigurasi dua baterai berkapasitas 72v 31Ah.
Performa motor ini mampu mencapai kecepatan maksimal 85 km per jam. Untuk menunjang mobilitas tinggi, Emmo mengklaim fitur fast charging mampu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu satu jam. Fitur keselamatan juga diperhatikan melalui penggunaan sistem pengereman dobel disk brake di depan dan belakang dengan teknologi CBS. Meskipun fasilitas purna jual diklaim tersedia di seluruh Indonesia, pengadaan motor listrik mahal untuk program gizi ini tetap menuai sorotan tajam terkait efisiensi penggunaan anggaran negara.