- SAIC Motor menaungi merek Wuling dan MG di Indonesia, sementara grup otomotif China lain membawa berbagai sub-merek berbeda.
- Indomobil Group berperan sebagai distributor utama bagi beragam merek kendaraan China, seperti GAC Aion, Maxus, dan Changan.
- BYD memperkuat posisi di pasar Indonesia melalui perakitan lokal di Subang mulai tahun 2026 untuk mendukung penjualan kendaraan.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia belakangan makin ramai dengan kehadiran berbagai merek mobil China. Banyak konsumen yang penasaran, sebenarnya siapa induk dari masing-masing merek ini?
Apakah MG dan Wuling memang saudara? Lalu bagaimana dengan BYD yang belakangan jadi sorotan karena langsung agresif di segmen mobil listrik? Mari kita bedah silsilahnya.
1. SAIC Motor: Induk MG dan Wuling

SAIC Motor adalah salah satu grup otomotif terbesar di China. Di Indonesia, mereka hadir lewat beberapa merek sekaligus:
- Wuling: Dijalankan melalui SGMW (SAIC-GM-Wuling) dengan pabrik besar di Cikarang. Wuling jadi pionir mobil China di Indonesia dan sukses lewat model seperti Confero dan Almaz.
- MG Motor: Merek asal Inggris yang kini dimiliki penuh oleh SAIC. Fokusnya di Indonesia adalah pasar anak muda dengan desain sporty dan varian listrik.
- Maxus: Merek kendaraan komersial dan MPV listrik, didistribusikan oleh Indomobil Group.
Jadi benar, MG dan Wuling memang sekeluarga karena sama-sama berada di bawah payung besar SAIC Motor.
2. Chery Group: Multi-Merek Agresif

Chery masuk dengan strategi multi-brand. Selain Chery sebagai merek utama, mereka juga membawa Omoda dan Jaecoo yang dikelola bersama. Ada juga Jetour yang menawarkan mobil dengan value lebih besar. Strategi ini membuat Chery bisa menjangkau berbagai segmen sekaligus.
3. Geely Holding Group: Raksasa dengan Merek Global

Geely punya portofolio internasional:
- Geely Auto kembali masuk ke Indonesia lewat kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor.
- Volvo Cars: Saat ini merupakan perusahaan publik di mana Geely Holding menjadi pemegang saham mayoritas sekitar 78-80 persen, Sebelumnya, Volvo dimiliki sepenuhnya oleh Geely.
- Zeekr, EV premium, didistribusikan oleh Indomobil Group.
4. Great Wall Motor (GWM): SUV dan EV

GWM hadir dengan sub-merek berbeda karakter:
- Haval untuk SUV hybrid.
- Tank untuk SUV off-road premium.
- Ora untuk EV mungil dan modis.
Di Indonesia, GWM beroperasi melalui kemitraan strategis antara Inchcape dan Indomobil Group.
5. BYD Group: Fokus EV

BYD memilih strategi lebih sederhana: hanya mengandalkan merek BYD sebagai tulang punggung. Per 2026, BYD sudah mulai perakitan lokal (CKD) di Subang, Jawa Barat, bukan lagi full impor CBU.
Selain itu, mereka punya Denza. Per akhir 2024, Denza sudah dimiliki 100 persen oleh BYD setelah Mercedes-Benz menarik seluruh sahamnya. Pabrikan ini menjadi wadah BYD untuk bermain di segmen premium.
6. Dongfeng Motor Corporation: DFSK dan Seres

Dongfeng hadir lewat joint venture dengan Sokon Group. Hasilnya adalah DFSK (kendaraan niaga dan MPV) serta Seres (mobil listrik). Keduanya dijalankan oleh PT Sokonindo Automobile.
7. BAIC, FAW, GAC, dan Changan

- BAIC hadir dengan SUV seperti BJ40 Plus, dirakit lokal bersama PT Handal Indonesia Motor.
- FAW Group membawa merek premium Hongqi, didistribusikan oleh Indomobil.
- GAC Group menghadirkan Aion dan Hyptec, fokus EV modern melalui Indomobil.
- Changan masuk lewat Indomobil dengan model EV seperti Deepal S07 dan city car Lumin.
8. Startup EV: Neta dan XPeng

Selain grup besar, ada juga startup EV:
- Neta dari Hozon Auto, sudah melakukan perakitan lokal.
- XPeng, EV premium, didistribusikan oleh Erajaya Group melalui anak usahanya.
Manuver Indomobil Group
Indomobil jadi pintu masuk utama bagi banyak merek China. Portofolio mereka mencakup GAC Aion, Hyptec, Maxus, Changan, Zeekr, Hongqi, hingga JAC Motors.
Khusus untuk GWM, Indomobil bertindak sebagai mitra minoritas dalam joint venture bersama Inchcape sebagai pemegang saham utama.
Fun Fact: Hubungan Changan dan Esemka
Pada 2019, Esemka meluncurkan pikap Bima yang mirip dengan Changan Star Truck. Namun, pada 2023 Esemka mengklarifikasi bahwa mitra mereka adalah Shineray, bukan Changan.
Lalu pada 2025, pihak Changan mengakui pernah ada kerja sama komersial jangka pendek dengan Esemka di masa lalu, namun bukan merupakan kemitraan strategis jangka panjang.
Dengan silsilah ini, jelas bahwa merek-merek China di Indonesia punya induk berbeda, meski beberapa memang saudara dalam satu grup besar. MG dan Wuling sama-sama di bawah SAIC, sementara BYD berdiri sendiri dengan fokus EV.