- Menteri ESDM Bahlil berhasil menyepakati tambahan pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia.
- Kerja sama G2G dan B2B ini bertujuan menjaga ketahanan energi nasional dari krisis.
- Pasokan energi Rusia berpotensi kuat menahan lonjakan harga BBM di pasar domestik Indonesia.
Fakta lainnya, kerja sama ini tidak berhenti pada skema jual-beli putus. Bahlil menjabarkan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas kolaborasi jangka panjang, mencakup pengembangan fasilitas penyimpanan (storage), sektor mineral, hingga penjajakan energi nuklir.
"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik," jelas Bahlil.
5. Moskow Beri Komitmen Penuh Jaga Ketahanan Energi RI
Merespons langkah agresif Indonesia, pihak Rusia menyambut dengan tangan terbuka. Mereka menyadari posisi strategis Indonesia dan menyatakan komitmen penuh untuk menyokong kebutuhan energi nasional Tanah Air.
"Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir", jelas Sergey Tsivilev.
Dengan deretan fakta di atas, inisiatif merangkul Rusia merupakan langkah proaktif pemerintah.
Ketimbang sekadar pasrah pada fluktuasi harga global, mengamankan pasokan raksasa sejak dini adalah strategi jitu memastikan stabilitas ekonomi dan menjaga agar harga BBM tak mencekik rakyat di masa mendatang.