- Industri otomotif Indonesia awal 2026 mengalami pergeseran besar dengan masuknya dua merek Tiongkok, BYD dan Jaecoo, ke posisi sepuluh besar.
- Selama Januari hingga Maret 2026, BYD mencatat 10.265 unit penjualan ritel, sedangkan Jaecoo berhasil membukukan angka sebanyak 7.927 unit terjual.
- Dominasi produsen Tiongkok melalui strategi grup dan teknologi kompetitif mulai menggeser posisi merek mapan asal Jepang serta Korea Selatan.
Suara.com - Peta persaingan industri otomotif di Indonesia benar-benar mengalami pergeseran besar pada awal tahun 2026.
Dominasi merek-merek asal Jepang yang selama puluhan tahun tak tergoyahkan, kini mulai mendapatkan tekanan serius dari para pemain baru asal Tiongkok.
Berdasarkan data ritel GAIKINDO, pasar otomotif nasional mulai menunjukkan wajah baru dengan masuknya dua raksasa China ke dalam jajaran sepuluh besar merek mobil terlaris.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai melirik alternatif kendaraan dengan teknologi tinggi namun harga kompetitif, yang membuat posisi merek mapan dari Jepang bahkan Korea Selatan kini terancam.
Dua merek yang menjadi sorotan utama adalah BYD dan Jaecoo. Selama periode Januari hingga Maret 2026, BYD berhasil mengamankan posisi keenam dengan total penjualan ritel mencapai 10.265 unit.
Performa agresif BYD ini didorong oleh kuatnya permintaan di segmen mobil listrik yang menjadi tulang punggung bisnis mereka.
Di sisi lain, Jaecoo yang merupakan bagian dari Chery Group juga tampil mengejutkan dengan menduduki peringkat kedelapan.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, Jaecoo mencatatkan angka penjualan ritel sebanyak 7.927 unit.
Kehadiran duo China ini bahkan berhasil menggeser merek populer seperti Hyundai yang biasanya berada di jajaran elit, namun kini harus puas tertahan di posisi ke-11 dengan raihan 4.824 unit pada kuartal pertama 2026.
Berikut adalah daftar 10 merek mobil dengan angka retail sales tertinggi pada bulan Maret 2026:
- Toyota: 19.538 unit
- Daihatsu: 11.115 unit
- Mitsubishi Motors: 5.311 unit
- Suzuki: 4.490 unit
- BYD: 4.153 unit
- Honda: 4.080 unit
- Jaecoo: 2.868 unit
- Mitsubishi Fuso: 2.848 unit
- Isuzu: 2.065 unit
- Hino: 1.956 unit
Sedangkan untuk total penjualan ritel sepanjang tahun 2026 (periode Januari-Maret), urutannya adalah sebagai berikut:
- Toyota: 64.416 unit
- Daihatsu: 34.653 unit
- Suzuki: 19.026 unit
- Mitsubishi Motors: 18.469 unit
- Honda: 13.001 unit
- BYD: 10.265 unit
- Mitsubishi Fuso: 8.004 unit
- Jaecoo: 7.927 unit
- Isuzu: 6.181 unit
- Hino: 5.172 unit
Jika kita membandingkan dengan performa tahun sebelumnya, lompatan yang dialami kedua merek ini sangat drastis.
Sepanjang tahun 2025, BYD mencatatkan total penjualan ritel sebanyak 44.342 unit di Indonesia.
![Dipamerkan dalam pameran GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang pada Jumat (21/11/2025), harga Jaecoo J5 EV masih di bawah Rp 250 juta. [Suara.com/Michele A Alessandra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/21/31033-jaecoo-j5-ev.jpg)
Sementara itu, Jaecoo yang baru mulai aktif di penghujung tahun 2025 hanya membukukan total penjualan ritel sebesar 2.500 unit selama setahun penuh tersebut.
Melihat angka kuartal pertama 2026 saja, Jaecoo sudah melampaui total penjualannya di tahun 2025, yang membuktikan penerimaan pasar terhadap merek ini tumbuh sangat pesat.