KPK Siap Usut Tuntas Alasan BGN Menangkan Vendor Minim Dealer untuk Motor Listrik Emmo

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 15 April 2026 | 15:18 WIB
KPK Siap Usut Tuntas Alasan BGN Menangkan Vendor Minim Dealer untuk Motor Listrik Emmo
Emmo JVX GT (Emmo)
baca 10 detik
  • KPK mengawasi pengadaan 25.644 motor listrik BGN karena dinilai sangat rawan praktik korupsi. 
  • BGN mengklaim motor listrik difokuskan untuk distribusi wilayah dengan akses transportasi yang sulit. 
  • Vendor PT Yasa Artha Trimanunggal disorot karena diduga minim jaringan dealer penyalur roda dua. 

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini resmi menaruh radar pengawasan ketat terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengadaan puluhan ribu unit motor listrik. Kendaraan tanpa emisi ini rencananya akan ditugaskan sebagai ujung tombak mobilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah.

Menariknya, dari kacamata otomotif, pengadaan 25.644 unit roda dua ini menyisakan sejumlah tanda tanya besar, terutama terkait kesesuaian spesifikasi kendaraan dengan tantangan geografis di lapangan.

Kabar yang beredar kuat menyebutkan bahwa objek pengadaan ini jatuh pada dua model, yakni Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH MAX.

Jika merujuk pada klaim Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada 8 April 2026 lalu, motor setrum ini diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan akses transportasi sulit guna memastikan kelancaran logistik makanan.

Pertanyaannya, apakah spesifikasi motor listrik bergaya urban tersebut benar-benar sanggup disiksa di jalanan pelosok yang belum diaspal?

Hal inilah yang rupanya menjadi salah satu titik berat pengawasan KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa lembaga antirasuah mengawal proses ini sejak tahap embrio.

KPK Usut Tuntas Alasan BGN Menangkan Vendor Minim Dealer untuk Motor Listrik (Antaranews)
KPK Usut Tuntas Alasan BGN Menangkan Vendor Minim Dealer untuk Motor Listrik (Antaranews)

"Mulai dari proses awal, perencanaannya itu apakah sudah dilakukan analisis kebutuhannya sehingga nanti berujung kepada spesifikasi kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan?" ujarnya dilansir dari Antaranews.

 "Kemudian terkait dengan kebutuhan, apakah kebutuhan itu merata? Artinya, kendaraan dengan spek demikian itu rata dibutuhkan di semua lokasi atau seperti apa?"

Tantangan otomotif di daerah terpencil bukan cuma soal tenaga motor, tapi juga ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual.

baca juga

Nahasnya, muncul isu bahwa PT Yasa Artha Trimanunggal selaku pemenang tender dinilai belum memiliki jaringan dealer atau penyalur yang memadai.

Bisa dibayangkan jika motor-motor ini mengalami masalah controller atau baterai drop di tengah pegunungan, proses distribusinya justru akan lumpuh total.

Terkait manuver pemilihan vendor yang berisiko ini, Budi mengingatkan bahwa setiap keputusan lelang harus punya dasar teknis yang kuat.

"Dalam konteks pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kan tentu itu harus dilihat, mengapa misalnya vendor A yang menang, gitu kan? Pasti ada argumentasi-argumentasi dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Nah, itu yang kemudian nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Secara keseluruhan, KPK memang tidak mau kecolongan dalam proyek bernilai jumbo ini.

"Tentu KPK memberikan perhatian soal itu," ujar Budi menegaskan.

"Terkait dengan pengadaan itu, tentu KPK juga menyoroti karena memang pengadaan barang dan jasa itu menjadi salah satu area yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi," katanya menambahkan.

Di sisi lain, pihak BGN mulai buka suara soal teknis anggarannya. Dadan Hindayana menyebutkan pengadaan ini murni memakai kantong anggaran tahun 2025 dan motornya sendiri belum didistribusikan secara resmi kepada para kepala SPPG.

Dari total 25 ribu unit yang direncanakan, yang sudah terealisasi mencapai 21.801 unit.

Pernyataan ini juga diamini langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada kesempatan berbeda.

Menkeu mengonfirmasi bahwa seluruh alokasi dana ditarik dari tahun 2025, sehingga dipastikan tidak ada pembelian motor listrik tambahan pada tahun anggaran 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harga Motor Listrik Polytron April 2026, Mulai Rp11 Jutaan

Daftar Harga Motor Listrik Polytron April 2026, Mulai Rp11 Jutaan

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 09:45 WIB

Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?

Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:40 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Terkini

Jalani Sidang Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Opsi Restorative Justice

Jalani Sidang Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Opsi Restorative Justice

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:31 WIB

Breakingnews: AFC Sanksi PSSI, Lakukan Pelanggaran Berulang!

Breakingnews: AFC Sanksi PSSI, Lakukan Pelanggaran Berulang!

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 16:29 WIB

KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan

KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:26 WIB

Ditinggal Senior ke Asian Games 2026, Skuad Muda Indonesia Tantang Rumania di Piala Davis

Ditinggal Senior ke Asian Games 2026, Skuad Muda Indonesia Tantang Rumania di Piala Davis

Sport | Kamis, 17 September 2026 | 16:25 WIB

4 Zodiak yang Paling Gampang Baper, Apakah Kamu Salah Satunya?

4 Zodiak yang Paling Gampang Baper, Apakah Kamu Salah Satunya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 16:24 WIB

Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index di SAFE 2026

Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index di SAFE 2026

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:24 WIB

Bekas Botol Miras Kotori RPTRA Kalijodo, Satpol PP Sebut Ulah Pengunjung Luar

Bekas Botol Miras Kotori RPTRA Kalijodo, Satpol PP Sebut Ulah Pengunjung Luar

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:23 WIB

Dari Ide hingga Produksi, Lenovo Bawa AI Lokal ke Laptop dan Tablet Yoga

Dari Ide hingga Produksi, Lenovo Bawa AI Lokal ke Laptop dan Tablet Yoga

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 16:22 WIB

Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan

Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 16:22 WIB

PT 5 Persen Rawan Hanguskan Suara Rakyat, PAN Tegas Tolak Kenaikan RUU Pemilu

PT 5 Persen Rawan Hanguskan Suara Rakyat, PAN Tegas Tolak Kenaikan RUU Pemilu

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:19 WIB

×