Benarkah Beli Mobil Mewah Tahun Tua Cuma Bikin Susah? Simak Deretan Faktanya

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 15 April 2026 | 19:02 WIB
Benarkah Beli Mobil Mewah Tahun Tua Cuma Bikin Susah? Simak Deretan Faktanya
Toyota Alphard 2014 (OLX)
baca 10 detik
  • Harga beli mobil mewah tahun tua memang murah, namun biaya pajaknya tetap mencekik kantong. 
  • Fitur dan kenyamanan mobil premium jadul ternyata sudah kalah dari mobil reguler keluaran terbaru. 
  • Pengeluaran servis kaki-kaki hingga bensin yang boros membuat mobil ini tidak cocok untuk harian. 
Ilustrasi Toyota Alphard 2005 (Gemini AI)
Ilustrasi Toyota Alphard 2004 (Gemini AI)

Ini adalah jebakan utamanya. Harga unit boleh saja merosot tajam, tapi harga spare part tetaplah standar mobil miliaran.

Mengganti seluruh komponen kaki-kaki Alphard 2004 dengan part orisinal baru bisa menguras dana hingga setengah dari harga beli mobilnya.

Bahkan untuk maintenance rutin seperti ganti kampas rem saja, part aftermarket mobil ini dibanderol hampir Rp1 jutaan, jauh dibandingkan mobil biasa yang hanya di kisaran Rp200 ribuan.

Belum lagi tarif bengkel umum biasanya akan mematok harga jasa lebih mahal karena membongkar mobil premium butuh effort ekstra akibat banyaknya cover pelindung dan kerumitan bautnya.

4. Bensin Super Haus dan Haram Minum Subsidi

Sudah perawatannya mahal, mobil-mobil ini sangat tidak ramah di kantong saat mampir ke pom bensin.

Ambil contoh Alphard varian 2.4L, konsumsi rute dalam kota berkisar di 1 banding 6 hingga 8 km per liter. Varian 3.0L lebih parah lagi, nyaris menyentuh 1 banding 5.

Itu dalam kondisi mesin sehat. Bayangkan jika sensor oksigen mulai bermasalah atau ruang bakar berkerak karena usia tua, bensin akan jauh lebih boros.

Ditambah lagi, kapasitas mesin besarnya haram menenggak bensin subsidi. Minimal Anda harus siap merogoh kocek untuk BBM RON 92 ke atas setiap hari.

baca juga

5. Statusnya Abadi, Pajaknya Tetap Kelas Ningrat

Satu hal yang jarang dipikirkan pembeli pemula: pajak mobil mewah berlapis dan tidak pernah benar-benar menjadi murah.

Tahun berapa pun mobil itu diproduksi, Samsat tetap mencatatnya sebagai barang mewah.

Berdasarkan pantauan Samsat, Pajak tahunan Alphard 2004 saat ini masih berkisar di angka Rp3,5 hingga Rp4,6 jutaan.

Angka yang nyaris setara dengan pajak Innova Reborn tahun 2018 yang jauh lebih muda dan minim masalah.

Membeli mobil mewah tua memang sah-sah saja jika tujuannya murni untuk hobby car atau sekadar koleksi garasi, di mana mobil hanya dipakai sesekali di akhir pekan.

Namun, memaksakannya sebagai kendaraan operasional harian demi mengejar pengakuan orang lain adalah langkah yang kurang bijak.

Harga belinya memang murah, tapi embel-embel biaya perawatan di balik kap mesinnya sangatlah mengerikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T

Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 17:42 WIB

Hyundai Nekat Tantang Dominasi Mobil Listrik China Lewat Lini IONIQ Terbaru

Hyundai Nekat Tantang Dominasi Mobil Listrik China Lewat Lini IONIQ Terbaru

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 17:10 WIB

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×