- Harga beli mobil mewah tahun tua memang murah, namun biaya pajaknya tetap mencekik kantong.
- Fitur dan kenyamanan mobil premium jadul ternyata sudah kalah dari mobil reguler keluaran terbaru.
- Pengeluaran servis kaki-kaki hingga bensin yang boros membuat mobil ini tidak cocok untuk harian.

Ini adalah jebakan utamanya. Harga unit boleh saja merosot tajam, tapi harga spare part tetaplah standar mobil miliaran.
Mengganti seluruh komponen kaki-kaki Alphard 2004 dengan part orisinal baru bisa menguras dana hingga setengah dari harga beli mobilnya.
Bahkan untuk maintenance rutin seperti ganti kampas rem saja, part aftermarket mobil ini dibanderol hampir Rp1 jutaan, jauh dibandingkan mobil biasa yang hanya di kisaran Rp200 ribuan.
Belum lagi tarif bengkel umum biasanya akan mematok harga jasa lebih mahal karena membongkar mobil premium butuh effort ekstra akibat banyaknya cover pelindung dan kerumitan bautnya.
4. Bensin Super Haus dan Haram Minum Subsidi
Sudah perawatannya mahal, mobil-mobil ini sangat tidak ramah di kantong saat mampir ke pom bensin.
Ambil contoh Alphard varian 2.4L, konsumsi rute dalam kota berkisar di 1 banding 6 hingga 8 km per liter. Varian 3.0L lebih parah lagi, nyaris menyentuh 1 banding 5.
Itu dalam kondisi mesin sehat. Bayangkan jika sensor oksigen mulai bermasalah atau ruang bakar berkerak karena usia tua, bensin akan jauh lebih boros.
Ditambah lagi, kapasitas mesin besarnya haram menenggak bensin subsidi. Minimal Anda harus siap merogoh kocek untuk BBM RON 92 ke atas setiap hari.
5. Statusnya Abadi, Pajaknya Tetap Kelas Ningrat
Satu hal yang jarang dipikirkan pembeli pemula: pajak mobil mewah berlapis dan tidak pernah benar-benar menjadi murah.
Tahun berapa pun mobil itu diproduksi, Samsat tetap mencatatnya sebagai barang mewah.
Berdasarkan pantauan Samsat, Pajak tahunan Alphard 2004 saat ini masih berkisar di angka Rp3,5 hingga Rp4,6 jutaan.
Angka yang nyaris setara dengan pajak Innova Reborn tahun 2018 yang jauh lebih muda dan minim masalah.
Membeli mobil mewah tua memang sah-sah saja jika tujuannya murni untuk hobby car atau sekadar koleksi garasi, di mana mobil hanya dipakai sesekali di akhir pekan.