- Beberapa motor lawas dulunya sering kena hujat karena desain aneh dan teknologi nanggung.
- Kini tren berbalik, unit yang semakin langka membuat harga jual melambung tinggi.
- Kolektor kini memburu motor lawas ini karena nilai klasik dan keunikan modifikasi kustom.
Banyak yang merasa kesan gagah khas Tiger hilang total gara-gara wajah baru tersebut. Penjualan unit barunya anjlok tajam dan mayoritas pemilik langsung mengganti lampunya menjadi model bulat.
Lucunya, Tiger berlampu asimetris original justru punya harga bekas selangit untuk saat ini. Desain yang dulu dianggap sangat aneh kini dipuja karena bentuknya terlihat berani dan berbeda.
4. Yamaha Nouvo Lele

Yamaha Nouvo generasi pertama sering diledek dengan sebutan "Nouvo Lele" karena lekuk bodinya. Di tahun 2002, masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan skuter matik yang dianggap boros bensin.
Desain dek tengah yang tidak rata juga membuat motor ini dinilai tidak praktis untuk bawa barang. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa skuter ini sering dihujat di awal kemunculannya.
Namun setelah dua dekade berlalu, nilai estetika dari Nouvo Lele mulai mendapat pengakuan. Proses restorasi menggunakan suku cadang asal Thailand membuat harga jual koleksinya meroket tajam di pasaran.
5. Suzuki Thunder 250

Hadir sebagai penantang kuat Honda Tiger, Suzuki Thunder 250 membawa kapasitas mesin besar. Sayangnya, ketersediaan suku cadang yang langka membuat motor ini kalah saing di kelas menengah.
Akibat sepi peminat, unit bekasnya sempat jatuh parah dan dihargai setara motor bebek biasa. Suku cadang aslinya pun perlahan menghilang dari bengkel-bengkel umum.
Kini pesonanya kembali bersinar terang seiring meledaknya tren modifikasi chopper dan cafe racer. Proses mencari dan merestorasi sparepartnya sendiri sudah jadi bagian dari hobi yang dinikmati oleh banyak orang.
Fenomena naiknya harga motor lawas ini membuktikan bahwa selera pasar selalu berputar dinamis. Barang yang dulu dipandang sebelah mata bisa bertransformasi menjadi harta karun di masa depan.