Kondisi Honda PCX 160 Setelah Disiksa 39 Ribu Km: Bodi 'Ambyar', Tapi Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek

Ruth Meliana, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 01 Juni 2026 | 15:30 WIB
Kondisi Honda PCX 160 Setelah Disiksa 39 Ribu Km: Bodi 'Ambyar', Tapi Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek
honda PCX 160 Goes to HPMD Yogyakarta (Dok. Asmo)
baca 10 detik
  • Bodi hitam dof tampak kusam, lecet, dan mika spidometer baret akibat pemakaian ekstrem.
  • Mesin terbukti tetap halus, bebas gredek, dan sangat irit berkat servis yang rutin.
  • Penyakit suspensi keras justru hilang, bantingan makin empuk dan nyaman seiring usia pakai.

Suara.com - Skutik bongsor Honda PCX 160 kerap menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian maupun touring jarak jauh. Namun, bagaimana kondisi sebenarnya dari motor ini setelah "disiksa" di jalanan hingga odometernya menyentuh angka 39.000 kilometer dalam waktu 2,5 tahun?

Sebuah unit tes berpelat nomor keluaran 2022 tipe CBS warna Hitam Dof (Matte Black) baru-baru ini diuji kembali dalam perjalanan touring membelah rute Yogyakarta dalam Youtube Otomotif TV. Hasilnya sukses memberikan kejutan yang cukup kontras: babak belur di bagian luar, namun tetap prima di sektor jantung pacu.

Bodi Kusam dan 'Ambyar' karena Pemakaian Ekstrem

Konsekuensi meminang warna Hitam Dof untuk kendaraan tempur harian adalah perawatan ekstra. Tanpa perawatan yang intensif, bodi motor akan cepat terlihat termakan usia.

"Kalau dilihat bodinya karena ini hitam dof ya, karena usia akhirnya kelihatan semakin kayak bladus, kucel gitu. Dan kalau dilihat banyak kayak bekas-bekas baret-baret," ungkap Aan dalam perjalanannya.

Kondisi bodi pada tangki Honda PCX 160 setelah 2 tahun pemakaian (Youtube)
Kondisi bodi pada tangki Honda PCX 160 setelah 2 tahun pemakaian (Youtube)

Bekas luka pemakaian terlihat jelas di beberapa titik. Mulai dari area pijakan kaki yang sering terkena barang bawaan, hingga mika spidometer yang penuh goresan. Bahkan, unit ini terindikasi pernah mengalami benturan yang cukup keras di sisi kanan.

"Ini kayaknya jatuhnya lumayan parah ke kanan jadi kelihatan ambyar ya, ini pecah retak gitu," tambahnya.

Tidak hanya bodi, detail kosmetik lain juga menunjukkan kelelahan. Karet handgrip menumpuk kotoran, kulit jok mulai retak dengan jahitan yang terlepas, hingga cat pada suspensi depan yang sudah mengelupas (ngelotok).

Handgrip Honda PCX setelah 2 tahun pemakaian (Youtube)
Handgrip Honda PCX setelah 2 tahun pemakaian (Youtube)

Kejutan Sektor Mesin: Bebas 'Gredek' dan Sangat Halus

baca juga

Meski secara kosmetik motor ini terlihat lelah, sektor dapur pacu 157 cc SOHC 4-katup eSP+ miliknya justru membuktikan daya tahannya yang luar biasa. Berkat servis rutin (tercatat selalu ganti oli setiap 6.000 km), performa mesin tidak mengalami penurunan yang berarti.

"Meskipun sudah 39.000 km ternyata performanya masih enak banget. Dan khasnya PCX adalah dia halus banget... Getaran itu minim banget dan ternyata di motor ini juga enggak geredek," puji sang penguji.

Hal ini menjadi angin segar bagi calon konsumen motor bekas, membuktikan bahwa "penyakit" gredek pada area CVT bisa dihindari sepenuhnya dengan kedisiplinan perawatan berkala.

Efisiensi bahan bakarnya pun tetap impresif, mencatatkan angka 2,2 liter/100 km atau sekitar 1:45 hingga 1:50 saat digunakan touring.

Anomali Suspensi: Sembuh dari Penyakit 'Jeduk'

Satu temuan paling menarik dari unit berumur ini ada pada suspensi belakang. Keluhan suspensi keras atau "jeduk" yang kerap dialami pemilik PCX 160 baru, secara mengejutkan justru hilang seiring bertambahnya usia pakai.

"Ternyata untuk motor yang sudah berumur dan odometernya 39.000 km ternyata sekarang jadi empuk, jadi nyaman. Jeduk-jeduk yang bikin sakit pinggang itu benar-benar berkurang jauh," jelasnya.

Fenomena ini kemungkinan terjadi karena per suspensi yang sudah mulai beradaptasi (break-in maksimal) atau oli sokbreker yang menjadi lebih encer, sehingga bantingan motor justru terasa jauh lebih toleran terhadap kontur jalan yang rusak.

Secara keseluruhan, bagi Anda yang sedang mengincar Honda PCX 160 bekas, temuan ini memberikan satu kesimpulan jelas: siapkan dana ekstra untuk peremajaan kosmetik bodi dan detail kecil seperti finishing cat, namun Anda bisa tidur tenang mengenai keandalan mesinnya selama riwayat servis rutinnya terjamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk

5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk

Otomotif | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:52 WIB

Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas

Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Terkini

WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim

WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:48 WIB

Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang

Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:45 WIB

Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu

Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:45 WIB

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:43 WIB

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:42 WIB

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:41 WIB

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:40 WIB

Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan

Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:35 WIB

Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah

Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:35 WIB

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

×