- Desain JDM yang kalem dan elegan menjadikannya tampil lebih premium dan sopan.
- Sangat nyaman dan stabil bermanuver berkat paduan bobot ringan dan pelek 14 inci.
- Mesin 109cc super awet dengan konsumsi BBM sangat irit mencapai 55,6 km/liter.
Suara.com - Pasar skutik entry-level di Indonesia saat ini didominasi oleh desain serba tajam, agresif, dan sporty. Namun, bagaimana jika Anda adalah tipe pengendara yang menginginkan kesederhanaan, keanggunan, dan fungsi maksimal tanpa harus terlihat seperti pembalap di jalanan kota? Jawabannya ada pada "saudara jauh" Honda BeAT yang baru saja rilis di Jepang: Honda Dio110 Basic 2026.
Membawa status kemewahan Japanese Domestic Market (JDM), skutik ini tidak sekadar menawarkan embel-embel irit, tetapi juga "menang telak" di sektor kenyamanan dan gaya yang lebih sopan.
Berikut adalah tiga alasan mengapa aura JDM pada Honda Dio110 membuatnya terasa lebih premium dibandingkan skutik sekelasnya seperti dilansir dari Greatbiker:
1. Desain Kalem yang Memancarkan Aura "Sopan"
Di saat pabrikan lain berlomba memasang bodi meruncing, Dio110 justru mempertahankan garis bodi membulat yang sederhana namun elegan.
Untuk model 2026, Honda menambahkan warna Matt Techno Silver Metallic. Kelir silver matte ini memberikan impresi dewasa, premium, dan sangat pas digunakan untuk rutinitas harian, mulai dari pergi ke kantor hingga mengantar anak ke sekolah, tanpa terlihat berlebihan.

2. Menang Telak di Kenyamanan dan Kestabilan (Berkat Pelek 14 Inci)
Banyak skutik mungil berstatus JDM mengorbankan kestabilan dengan menggunakan pelek 10 atau 12 inci.
Berbeda dengan Dio110 yang tetap mempertahankan pelek 14 inci. Dipadukan dengan tinggi jok yang hanya 760 mm dan jarak sumbu roda 1.255 mm, motor ini menawarkan ergonomi murni untuk komuter Asia.
Hasilnya? Sensasi berkendara yang bebas pegal dan sangat stabil saat harus bermanuver di jalanan kota yang padat, atau ketika melewati aspal yang tidak rata.
3. Bobot Featherweight Berkombinasi Mesin "Badak"
Kenyamanan sejati tidak hanya dari posisi duduk, tetapi juga dari kemudahan pengendalian.
Dengan bobot hanya 96 kg, memarkir, memutar balik di gang sempit, atau menembus kemacetan terasa sangat ringan (kembali unggul dibandingkan banyak skutik modern yang bobotnya terus bertambah).
Mengusung mesin SOHC 4-tak 109cc, motor ini difokuskan pada keawetan komponen. Konsumsi BBM-nya menembus 55,6 km/liter (standar WMTC). Benar-benar definisi motor "jujur" yang tidak menguras kantong.
Dijual di Jepang dengan harga sekitar 250.800 yen (setara Rp 22 jutaan), Honda Dio110 Basic 2026 membuktikan bahwa skutik mungil tidak perlu fitur kosmetik yang rumit untuk bisa memikat hati. Cukup dengan kembali pada fungsi dasarnya: ringan, super irit, dan nyaman dikendarai setiap hari.