Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB
Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal
Ilustrasi mobil listrik China. [Dok Suara.com/AI]
  • CEO Ford, Jim Farley, menolak masuknya mobil listrik China ke Amerika Serikat untuk melindungi industri manufaktur domestik dari persaingan.
  • Farley mengkhawatirkan subsidi pemerintah China yang membuat harga jual kendaraan mereka menjadi sangat murah dan sulit dijangkau kompetitor.
  • Kehadiran kendaraan China dianggap berisiko mengancam keamanan nasional melalui potensi pengumpulan data privasi serta membahayakan ekonomi negara Amerika Serikat.

Suara.com - Ekspansi agresif mobil listrik China ke pasar global, menuai penolakan dari pabrikan otomotif asal Amerika Serikat.

Sebagai pabrikan tuan rumah, Ford menolak mobil listrik China masuk ke Amerika Serikat.

Presiden dan CEO Ford Motor Company, Jim Farley secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap masuknya mobil listrik China ke pasar AS.

Ia menilai langkah tersebut berpotensi memberikan dampak besar yang bisa merugikan industri otomotif domestik.

“Kami tidak seharusnya membiarkan mereka masuk ke negara kami. Industri manufaktur adalah jantung dari negara ini. Kehilangannya akan sangat merugikan,” ujarnya dikutip dari Insideevs, Rabu (22 April 2026).

Farley menilai industri otomotif China mendapat subsidi besar dari pemerintah, sehingga mereka mampu memproduksi kendaraan dengan harga murah dan fitur lebih banyak dibandingkan produsen Amerika.

Selain itu, ia juga menyoroti kapasitas produksi China yang dinilai jauh melampaui kebutuhan pasar domestik. Ia menyebut kapasitas produksi mobil di China mencapai lebih dari 50 juta unit sementara pasar domestiknya sekitar 29 juta unit.

“Mereka punya kapasitas cukup untuk memenuhi seluruh penjualan kendaraan di Amerika Serikat,” katanya.

Selain faktor tersebut, Farley juga menyinggung risiko keamanan terkait data dan privasi. Ia menilai kendaraan asal China memiliki potensi mengumpulkan data melalui kamera dan sistem konektivitas.

Penolakan terhadap mobil China juga datang dari berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga politisi lintas partai di AS. Mereka menilai kehadiran kendaraan China bisa memicu risiko ekonomi hingga keamanan nasional.

Meski demikian, Farley mengakui bahwa dirinya menyukai kendaraan listrik buatan China. Namun, ia tetap khawatir terhadap dampak yang muncul jika produk-produk tersebut secara mudah masuk ke pasar AS.

“Ford harus memastikan produk kami tetap kompetitif dengan kendaraan China,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Pajak Tahunan BYD Atto 1 Mulai Tahun 2026 Efek Aturan Baru? Simak Rincian Lengkapnya

Berapa Pajak Tahunan BYD Atto 1 Mulai Tahun 2026 Efek Aturan Baru? Simak Rincian Lengkapnya

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 10:43 WIB

5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik

5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 09:50 WIB

3 Pukulan Telak Pemerintah untuk Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, Tol Kena PPN

3 Pukulan Telak Pemerintah untuk Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, Tol Kena PPN

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda

Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:06 WIB

Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall

Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:34 WIB

Pilihan Mobil PHEV  dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM

Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:04 WIB

Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap

Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:52 WIB

Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya

Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:49 WIB

Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor

Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:05 WIB

Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid

Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:31 WIB

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:29 WIB

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10 WIB

Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum

Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:01 WIB