Suara.com - Ketika akan membeli mobil bekas, pengecekan menyeluruh jelas harus dilakukan. Pada mobil diesel misalnya, bagian injektor jadi komponen yang tidak boleh dilewatkan untuk diperiksa. Cara cek kondisi injektor mobil diesel bekas bisa Anda cermati di artikel ini.
Komponen injektor sendiri ada pada mesin mobil diesel modern, yang bertugas untuk menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar. Ketika komponen ini bermasalah, kerja mesin akan terganggu, dan daya dorong yang dijanjikan jelas akan menurun.
Logikanya, mesin memerlukan suplai bahan bakar yang diberikan oleh injektor. Ketika bagian ini bermasalah, jelas pembakaran tidak akan terjadi optimal. Tenaga yang dihasilkan tidak muncul, dan bahkan mesin mobil bisa sulit menyala.
Cara Cek Kondisi Injektor Mobil Diesel
Ada beberapa cara mengecek kondisi injektor mobil diesel bekas. Ketika tanda-tandanya sudah muncul, maka bisa jadi indikasi kuat bahwa injektor dari mobil tersebut sudah memerlukan servis lebih lanjut.
Cara ceknya adalah sebagai berikut.
1. Suara Mesin yang Kasar
Suara mesin kasar bisa jadi salah atu cara mengetahui injektor dalam keadaan tidak baik-baik saja. Suara kasar ini bisa muncul karena injektor yang lemah, sehingga pembakaran tidak sempurna di ruang bakar.
2. Asap Pekat
Ketika emisi gas yang muncul berwarna hitam pekat dan baunya menyengat, hal ini juga bisa jadi indikator injektor yang digunakan sudah tidak bagus. Pembakaran tidak sempurna, menghasilkan asap yang tebal dan mengandung banyak polutan.
3. Mesin 'Pincang'
Jika satu injektor di mobil bermasalah, mesin mobil akan terasa pincang dan tidak seimbang ketiga digas. Hal ini bisa terjadi karena satu silinder mesin tidak memperoleh cukup tenaga karena pasokan solar yang terhambat.
4. Performa Menurun
Mobil yang terasa kurang bertenaga dan akselerasi yang lambat juga bisa jadi tanda bahwa kondisi injektor tidak beres. Hal ini memicu konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena tidak bekerja optimal.
5. Konsumsi BBM Boros
Pembakaran tidak sempurna pada dapur mesin juga bisa terjadi karena injektor lemah. Sistem bahan bakar akan menjadi tidak efektif dan membuat konsumsinya semakin besar tanpa diimbangi performa yang maksimal.