Profil Green SM, Taksi Listrik di Balik Tabrakan Kereta di Bekasi

Ruth Meliana

Selasa, 28 April 2026 | 10:11 WIB
Profil Green SM, Taksi Listrik di Balik Tabrakan Kereta di Bekasi
taksi Green SM (dok. Green SM)
baca 10 detik
  • Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 mengakibatkan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
  • Kecelakaan dipicu mobil listrik Green SM yang mogok di perlintasan sebidang sehingga menyebabkan kereta berhenti mendadak dan tertabrak.
  • Perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut menyatakan kooperatif dengan pihak berwenang dalam investigasi terkait keselamatan operasional armada mereka.

Suara.com - Pada Senin malam, 27 April 2026, tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur mengguncang publik Indonesia.

Sebuah rangkaian KRL Commuter Line bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan sedikitnya 7 orang dan melukai puluhan lainnya.

Di balik kecelakaan kereta itu, nama Green SM atau operator taksi listrik asal Vietnam turut menjadi sorotan.

Satu unit taksi Green SM diduga mogok atau berhenti di perlintasan sebidang dekat stasiun (sekitar Bulak Kapal atau JPL Ampera), menyebabkan KRL berhenti mendadak sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh tersebut.

Kendaraan listrik berwarna cyan itu terseret sekitar 50 meter setelah dihantam KRL. Insiden ini memicu gelombang pertanyaan tentang keselamatan operasional taksi listrik di Indonesia.

Profil Green SM

Green SM, atau secara resmi PT Xanh SM Green and Smart Mobility (GSM Indonesia), bukanlah perusahaan transportasi sembarangan. Brand ini berasal dari Vietnam dan merupakan pionir layanan taksi listrik 100 persen di Asia Tenggara.

Didirikan pada 6 Maret 2023 oleh miliarder Phm Nht Vng—pemilik Vingroup dan VinFast—di bawah naungan Green and Smart Mobility (GSM).

Perusahaan ini mulai beroperasi di Hanoi pada 14 April 2023 dengan visi besar: mempercepat transisi global menuju mobilitas ramah lingkungan. Warna khasnya cyan (hijau kebiruan) melambangkan komitmen “Green” yang kini menjadi ikon di Vietnam, Laos, dan Indonesia.

baca juga

Modal dasar perusahaan mencapai ribuan miliar VND, dengan Phm Nht Vng menguasai 95 persen saham. CEO Global GSM, Nguyn Vn Thanh, menekankan bahwa Indonesia dipilih sebagai pasar ketiga karena komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060.

Di Indonesia, Green SM resmi meluncurkan layanan pada akhir Desember 2024, menjadi taksi listrik pertama yang seluruh armadanya menggunakan mobil VinFast seperti VF e34, VF 5, dan varian Limo Green.

Targetnya ambisius: 10.000 unit armada pada 2025, bahkan hingga 20.000 unit melalui kemitraan dengan operator lokal hingga 2028. Armada ini bebas emisi, senyap, dan dirancang untuk kesehatan penumpang serta lingkungan.

Layanan berbasis aplikasi menawarkan “5 Janji Hijau”: pengalaman bintang 5, pengemudi profesional, kendaraan berkualitas tinggi, harga terjangkau, serta kepedulian lingkungan.

Slogan #TibaLebihBaik dan hotline 14068 menjadi ciri khasnya. Operasi sudah menjangkau Jakarta, Bekasi, dan beberapa kota lain, sekaligus mendukung integrasi dengan TransJakarta, LRT, dan Commuter Line.

Secara global, GSM menginvestasikan puluhan ribu mobil dan motor listrik, dengan tim lebih dari 80.000 karyawan.

Green SM hadir dengan misi mulia: menggantikan taksi konvensional yang boros bahan bakar dengan solusi berkelanjutan.

Namun, insiden di Bekasi bukan yang pertama. Sebelumnya, armada Green SM sempat terlibat sejumlah kecelakaan lalu lintas dan perlintasan kereta api di Jakarta. Perusahaan pun merespons cepat tragedi Bekasi.

Melalui akun Instagram resmi @id.greensm, Green SM menyatakan “menaruh perhatian penuh” pada insiden yang melibatkan satu kendaraannya.

Mereka mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak berwenang, kooperatif dalam investigasi, serta menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama melalui pengawasan operasional dan peningkatan layanan berkelanjutan.

Tragedi Bekasi menjadi momentum refleksi bagi industri taksi listrik di Indonesia. Di satu sisi, Green SM membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa menjadi bagian dari solusi kemacetan dan polusi di kota-kota besar.

Di sisi lain, tantangan keselamatan—mulai dari perilaku pengemudi hingga infrastruktur perlintasan sebidang yang belum memadai—masih menjadi pekerjaan rumah.

Sebagai operator yang mengandalkan teknologi VinFast, Green SM kini diharapkan tidak hanya fokus ekspansi, tetapi juga memperkuat pelatihan pengemudi, sistem pemantauan armada, dan kolaborasi dengan KAI serta pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjelasan Ibu-Ibu Soal Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dipuji: Paling Simpel dan Jelas

Penjelasan Ibu-Ibu Soal Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dipuji: Paling Simpel dan Jelas

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 10:08 WIB

Detik-detik Proses Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Detik-detik Proses Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Video | Selasa, 28 April 2026 | 09:56 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:38 WIB

Terkini

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:50 WIB

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:45 WIB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:43 WIB

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:42 WIB

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:37 WIB

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:36 WIB

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar

Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

×