- TMMIN bekerja sama dengan CATL menginvestasikan Rp1,3 triliun untuk memproduksi sel dan modul baterai hybrid di Karawang mulai 2026.
- Produksi baterai secara lokal di Indonesia diproyeksikan mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga mencapai angka 80 persen.
- Fasilitas produksi di Karawang akan memenuhi kebutuhan domestik sekaligus melayani pasar ekspor untuk memperkuat rantai pasok global Toyota.
Data GAIKINDO menunjukkan penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mencapai 177.367 unit pada 2025, naik 71% dari tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, 97.462 unit adalah hybrid, atau sekitar 76,5% dari total produksi kendaraan elektrifikasi. Angka ini menegaskan bahwa pasar hybrid masih menjadi tulang punggung transisi energi di Indonesia.
Posisi Indonesia di Peta Global
Dengan kerja sama TMMIN dan CATL, Indonesia bukan lagi sekadar pasar, tapi juga produsen baterai hybrid untuk dunia.
Ekspor baterai dari Karawang akan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus mendukung target pemerintah meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di industri otomotif.
Langkah ini menandai transformasi besar: dari negara konsumen menjadi negara produsen teknologi baterai, membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri kendaraan elektrifikasi di Asia.