Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 29 April 2026 | 10:30 WIB
Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci
Ilustrasi mobil dengan jenis mesin hybrid. (Toyota)
baca 10 detik
  • TMMIN bekerja sama dengan CATL menginvestasikan Rp1,3 triliun untuk memproduksi sel dan modul baterai hybrid di Karawang mulai 2026.
  • Produksi baterai secara lokal di Indonesia diproyeksikan mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga mencapai angka 80 persen.
  • Fasilitas produksi di Karawang akan memenuhi kebutuhan domestik sekaligus melayani pasar ekspor untuk memperkuat rantai pasok global Toyota.

Suara.com - Industri otomotif Indonesia memasuki babak baru. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan raksasa baterai asal China, CATL, untuk memproduksi baterai mobil hybrid di dalam negeri.

Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga menargetkan ekspor ke pasar global mulai paruh kedua 2026, menurut laporan Car News China.

Investasi Besar untuk Produksi Lokal

Proyek ini merupakan bagian dari investasi senilai Rp1,3 triliun (sekitar USD 75,8 juta) yang digelontorkan TMMIN. Fokusnya adalah produksi sel dan modul baterai hybrid, yang selama ini masih diimpor.

Dengan adanya fasilitas baru, Indonesia akan menjadi salah satu basis produksi penting dalam rantai pasok Toyota di Asia.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menegaskan bahwa produksi lokal akan meningkatkan kandungan komponen dalam negeri.

Jika sebelumnya kandungan lokal baterai hanya sekitar 8% karena terbatas pada perakitan, maka dengan produksi sel dan modul, angka itu bisa melonjak hingga 80%.

Mobil Hybrid Toyota Yaris (Toyota Astra Motor)
Mobil Hybrid Toyota Yaris (Toyota Astra Motor)

Pusat Produksi di Karawang

Saat ini, TMMIN sudah memiliki lini produksi baterai di pabrik Karawang untuk model hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.

baca juga

Dengan dukungan CATL, kapasitas produksi akan diperluas dari sekadar perakitan pack menjadi manufaktur penuh sel dan modul baterai.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, baterai hasil produksi Karawang juga akan diekspor dalam bentuk pack lengkap maupun komponen.

Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok global Toyota.

Program ini tidak hanya mendukung industri otomotif, tapi juga sektor hulu. CATL sebelumnya sudah memulai proyek besar di Karawang bersama Indonesia Battery Corp dan PT Aneka Tambang, termasuk tambang nikel, smelter, dan pabrik precursor baterai.

Dengan kapasitas tahunan 15 GWh, proyek ini akan memastikan pasokan bahan baku lokal untuk mendukung produksi baterai.

Pasar Hybrid di Indonesia Terus Tumbuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Penyebab Mobil Mogok di Rel Kereta Api, Taksi Green SM Punya Siapa?

Terpopuler: Penyebab Mobil Mogok di Rel Kereta Api, Taksi Green SM Punya Siapa?

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 06:50 WIB

Tragedi KRL vs VinFast: Fitur Canggih Mobil Listrik yang Bikin Roda Terkunci Otomatis?

Tragedi KRL vs VinFast: Fitur Canggih Mobil Listrik yang Bikin Roda Terkunci Otomatis?

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 18:15 WIB

5 Rekomendasi Mobil Listrik yang Paling Aman untuk Taksi Online, Minim Insiden Mogok di Jalan

5 Rekomendasi Mobil Listrik yang Paling Aman untuk Taksi Online, Minim Insiden Mogok di Jalan

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 18:55 WIB

Seberapa Aman Beralih dari Dexlite ke Biosolar untuk Pengguna Mobil Diesel?

Seberapa Aman Beralih dari Dexlite ke Biosolar untuk Pengguna Mobil Diesel?

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×