Suara.com - Kanal Otomotif Suara.com merangkum artikel terpopuler yang banyak dibaca warganet. Topik seputar mobil listrik hingga rekomendasi motor listrik tangguh menjadi perhatian utama pembaca.
Dalam deretan artikel terpopuler tersebut, informasi mengenai daya minimal cas mobil listrik di rumah menjadi salah satu yang paling dicari.
Selain itu, daftar motor listrik tangguh untuk penggunaan harian juga tak kalah menarik perhatian.
Ada juga artikel lain yang tak kalah menarik. Berikut rangkuman lengkap artikel terpopuler di kanal Otomotif Suara.com yang wajib kamu simak.
1. Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya
![Berapa Daya Minimal Cas Mobil Listrik di Rumah? Cek Batas Minimalnya. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/01/89991-berapa-daya-minimal-cas-mobil-listrik-di-rumah-cek-batas-minimalnya.jpg)
Di tengah efisiensi bahan bakar minyak, mobil listrik kini kian diminati banyak orang. Karena mengandalkan sumber tenaga dari baterai, EV atau mobil listrik tergolong irit dan ramah lingkungan daripada mobil bermesin bensin.
Pengisian daya mobil listrik pun dapat dilakukan dengan charger di rumah tanpa harus ke SPKLU.
2. 7 Motor Listrik Paling Tangguh untuk Harian, Anti Drama dan Minim Perawatan

Motor listrik kini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi solusi mobilitas masa depan. Di tahun 2026, teknologi kendaraan listrik berkembang pesat mulai dari baterai lithium yang lebih tahan lama hingga sistem manajemen energi yang makin canggih.
Salah satu kekhawatiran terbesar pengguna adalah, apakah motor listrik gampang mogok? Jawabannya, tidak lagi. Motor listrik modern sudah dibekali sistem kontrol elektronik pintar, torsi instan tanpa jeda, dan baterai berkapasitas besar dan stabil. Hal ini membuat motor listrik terbaru jauh lebih andal, minim perawatan, dan anti drama di jalan.
3. Ciri Mobil yang Tak Boleh Pakai Bioetanol, Wajib Tahu agar Mesin Tidak Rusak

Isu penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan semakin sering dibahas seiring dorongan besar menuju energi bersih di Indonesia.
Bioetanol sendiri merupakan bahan bakar nabati yang dibuat dari fermentasi komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung, sehingga dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu menekan emisi karbon.