Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 04 Mei 2026 | 11:20 WIB
Mogok di Salatiga, Ada yang Patah: Mutu Pikap Dinas Diduga Milik Koperasi Merah Putih Disorot Publik
Ilustrasi pikap dengan tulisan cendrawasih mogok di jalan. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Pikap baru Koperasi Merah Putih merek Mahindra viral karena mogok di Lingkar Salatiga. 
  • Kerusakan fatal diduga berupa as roda patah memicu netizen mempertanyakan kualitas pengadaan mobil tersebut. 
  • Beban berlebih dan kualitas jalan diduga kuat menjadi pemicu utama as roda patah mendadak. 

Suara.com - Kendaraan operasional diduga milik Kopdes (Koperasi Desa Merah Putih) mendadak viral setelah unit pikap bermerek Mahindra terpantau mogok di Jalan Lingkar Salatiga.

Insiden ini mengejutkan publik karena mobil tersebut berstatus baru namun sudah mengalami kerusakan yang parah di jalan.

Ironisnya, kendaraan asal India ini dikenal punya spesifikasi gahar untuk melibas berbagai medan berat.

Namun di lapangan, performanya justru berbanding terbalik dan memicu tanda tanya besar soal proses uji kelayakannya.

Video kejadian memalukan ini pertama kali disebarkan oleh akun Instagram feedgramindo (klik untuk melihat video). Perekam video dengan jelas menunjukkan letak masalah utama yang melumpuhkan mobil operasional desa tersebut.

"Lho mobil Merah Putih mogok. Wah Pie ki. As e tugel, (Lho mobil Merah Putih mogok. Gimana ini. As-nya patah"

Kalimat dari sang perekam langsung mengonfirmasi bahwa as roda mobil patah berantakan. Insiden ini tak pelak memicu rentetan reaksi keras dan kecurigaan dari para warganet.

Keriuhan di media sosial terus bergulir menyoroti proyek pengadaan pemerintah ini. Banyak yang meragukan ketahanan material mobil yang dibeli memakai uang rakyat tersebut.

"Asnya patah seberat apa sih yg di muat dia sampai patah"

baca juga

"Katanya mobil merk Mahindra itu tangguh kuat lah kok masih baru sudah protol,"

Memang belum diketahui penyebab kenapa mobil Pikap tersebut mogok hingga berita ini tayang.

Spesifikasi Gahar yang Berujung Tanya

Mahindra Scorpio di Indonesia masih menggunakan standar Euro 4 (Mahindra Indonesia)
Mahindra Scorpio di Indonesia masih menggunakan standar Euro 4 (Mahindra Indonesia)

Secara hitungan kertas, spesifikasi Mahindra Scorpio model pikap ini terbilang sangat menjanjikan. Pabrikan mengklaim mobil ini memadukan sasis kokoh dengan mesin mHawk bertenaga 140 HP dan torsi 320 Nm.

Tenaga besar itu disalurkan lewat transmisi manual 6-percepatan yang diklaim irit bahan bakar hingga 11,2 km/liter. Mobil ini bahkan dibekali fitur 4WD elektronik dan diferensial mekanis Eaton untuk medan esktrem.

Lalu mengapa mobil yang digadang-gadang tangguh ini justru menyerah di jalan beraspal? Secara teknis, as roda adalah nyawa untuk mentransfer tenaga mesin ke bagian ban.

Mengapa As Roda Mobil Baru Bisa Patah?

Jika komponen krusial ini hancur, kendaraan otomatis akan lumpuh total di tempat. Ada beberapa dugaan teknis utama yang membuat as roda kendaraan bisa patah mendadak.

Dilansir dari Suzuki Indonesia, penyebab paling mendasar adalah kualitas material bawaan pabrik yang berada di bawah standar. Komponen logam bermutu rendah tentu sangat rapuh menahan beban operasional sehari-hari.

Faktor perusak senyap lainnya adalah karat dan korosi yang menggerogoti struktur besi. Dikutip dari Smart Mechanics, kotoran serta kelembapan yang masuk ke bantalan roda memicu korosi parah.

Selain itu, riwayat benturan keras atau kecelakaan kecil juga sangat berpengaruh. Tekanan tersembunyi dari benturan di masa lalu bisa melemahkan dan mematahkan as roda sewaktu-waktu.

Bearing atau bantalan roda yang aus juga memberi efek domino yang merusak. Gesekan berlebih dari bearing rusak menciptakan suhu panas yang melemahkan kekuatan as roda.

Gaya Berkendara dan Ancaman Muatan Ekstra

Di luar masalah teknis pabrikan, perilaku sang sopir di jalan raya juga sangat menentukan. Kebiasaan mengerem mendadak dan menghajar jalan berlubang dengan kecepatan tinggi akan memperpendek umur komponen.

Jalanan yang rusak memaksa sistem suspensi dan as roda bekerja melampaui batas kewajarannya. Seharusnya, pengemudi wajib melambatkan laju kendaraan saat melewati rute yang hancur atau tidak rata.

Faktor terakhir yang paling sering terjadi pada mobil niaga adalah masalah muatan berlebih. Beban angkut di luar kapasitas maksimal memberikan tekanan ekstrem yang berujung pada patahnya sumbu roda.

Kejadian mogoknya mobil di Salatiga ini menjadi tamparan keras soal standar pengadaan kendaraan operasional. Publik berharap program dengan anggaran besar ini diimbangi dengan kualitas armada dan ketersediaan suku cadang mumpuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:14 WIB

Kapan Jadwal Tes Manajer Koperasi Merah Putih? Akhir Pendaftaran Hari Ini

Kapan Jadwal Tes Manajer Koperasi Merah Putih? Akhir Pendaftaran Hari Ini

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 13:14 WIB

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×