China Setop Izin Mobil Tanpa Sopir Dampak Kekacauan Lalu Lintas

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:16 WIB
China Setop Izin Mobil Tanpa Sopir Dampak Kekacauan Lalu Lintas
Ilustrasi mobil tanpa sopir. (Volkswagen)
baca 10 detik
  • Pemerintah China menghentikan sementara izin operasional robotaxi akibat insiden gangguan sistem pada armada Baidu di Kota Wuhan.
  • Kesalahan teknis saat pengumpulan data menyebabkan 200 unit Apollo Go berhenti mendadak dan memicu kemacetan serta kecelakaan.
  • Otoritas China mewajibkan seluruh pengembang kendaraan otonom melakukan pemeriksaan keselamatan menyeluruh sebelum diizinkan melanjutkan kembali ekspansi bisnis mereka.

Suara.com - Pemerintah China dilaporkan mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara penerbitan izin baru bagi operator robotaxi. Kebijakan ini menyusul insiden gangguan sistem serius yang melibatkan ratusan mobil tanpa sopir milik raksasa teknologi Baidu.

Melansir laporan Carscoops, sekitar 200 unit robotaxi dari layanan Apollo Go berhenti mendadak secara bersamaan di tengah lalu lintas padat Kota Wuhan.

Gangguan tersebut dipicu oleh perintah dari tim insinyur Baidu yang bermaksud mengumpulkan data secara langsung namun justru melumpuhkan armada tersebut dalam waktu hampir bersamaan.

Kondisi ini memicu kekacauan lalu lintas yang signifikan di kota besar tersebut. Selain menyebabkan kemacetan panjang, sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami tabrakan ringan.

Beberapa penumpang bahkan sempat terjebak di dalam kabin karena mobil berhenti secara mendadak di tengah jalan. Beruntung tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Merespons kejadian ini, otoritas transportasi bersama Kementerian Industri dan Teknologi Informasi serta regulator siber China segera menggelar pertemuan dengan delapan perusahaan pengembang kendaraan otonom terbesar.

Pemerintah mewajibkan seluruh operator melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan operasional sebelum melanjutkan ekspansi bisnis.

Padahal industri robotaxi di China sedang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 4.500 unit robotaxi telah beroperasi di berbagai zona uji coba yang tersebar di 10 kota. Sejumlah analis bahkan memprediksi jumlah armada bisa menembus 500 ribu unit pada 2030 mendatang atau setara 10 persen dari total populasi taksi nasional.

Insiden yang melibatkan Baidu ini menjadi peringatan keras bagi industri otomotif global. Pengembangan teknologi canggih kendaraan otonom harus tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai faktor paling krusial sebelum teknologi tersebut diadopsi oleh masyarakat secara lebih luas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robotaxi Tesla Alami Kecelakaan Perdana, Gagal Deteksi Mobil yang Sedang Parkir

Robotaxi Tesla Alami Kecelakaan Perdana, Gagal Deteksi Mobil yang Sedang Parkir

Otomotif | Selasa, 08 Juli 2025 | 20:45 WIB

Robotaxi Elon Musk: Impian Futuristik yang Tersandung Politik Donald Trump

Robotaxi Elon Musk: Impian Futuristik yang Tersandung Politik Donald Trump

Otomotif | Kamis, 17 April 2025 | 19:59 WIB

Google Disingkirkan, Bos Tesla Elon Musk Pilih Gunakan Perusahaan China Ini untuk Sistem Navigasi

Google Disingkirkan, Bos Tesla Elon Musk Pilih Gunakan Perusahaan China Ini untuk Sistem Navigasi

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 10:46 WIB

Terkini

Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan

Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:07 WIB

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:50 WIB

Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung

Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:10 WIB

Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit

Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:00 WIB

Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan

Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00 WIB

Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin

Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:13 WIB

Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota

Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:05 WIB

Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?

Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:00 WIB

Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar

Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:59 WIB

Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?

Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:27 WIB