- Volume oli motor yang menyusut drastis berisiko menyebabkan kerusakan komponen internal.
- Penyebab utamanya meliputi keausan komponen internal hingga penggunaan spesifikasi pelumas.
- Pemilik motor wajib melakukan servis rutin serta menggunakan pelumas asli sesuai spesifikasi pabrikan.
Jika Anda menggunakan oli yang terlalu encer pada mesin yang sudah berumur atau mesin yang seharusnya membutuhkan oli kental, maka oli tersebut akan lebih mudah masuk ke celah-celah mesin dan terbakar atau menguap.
6. Kebiasaan Berkendara di RPM Tinggi
Gaya berkendara yang kasar, sering melakukan hard braking, atau terus-menerus memacu motor di kecepatan tinggi (RPM tinggi) akan membuat suhu mesin meningkat drastis.
Pada putaran mesin yang sangat tinggi, tekanan di dalam mesin meningkat, yang secara alami akan mempercepat proses penguapan oli dan memaksa oli bekerja melampaui batas optimalnya.
7. Jarang Melakukan Servis Rutin
Banyak pengendara yang hanya mengganti oli tanpa mengecek kondisi komponen lainnya. Filter oli yang kotor atau sumbat, misalnya, bisa mengganggu sirkulasi oli dan menyebabkan distribusi panas tidak merata.
Akibatnya, ada bagian mesin yang terlalu panas dan memicu penguapan oli lokal yang lebih cepat.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Agar terhindar dari risiko kerusakan mesin yang fatal, berikut adalah tips perawatan yang bisa Anda lakukan.
- Cek Dipstik Secara Berkala: Setidaknya seminggu sekali dalam kondisi mesin dingin, cek level oli melalui dipstik. Jika berada di bawah garis minimal, segera tambah atau ganti.
- Gunakan Oli Berkualitas Original: Jangan tergiur dengan oli murah yang tidak jelas mereknya. Oli palsu adalah penyebab utama kerusakan mesin jangka pendek.
- Perhatikan Asap Knalpot: Jika muncul asap putih (meskipun tipis), segera bawa ke bengkel untuk dicek area ring piston dan seal klep.
- Patuhi Jadwal Ganti Oli: Jangan menunggu hingga motor terasa tidak enak. Gantilah oli setiap 2.000 - 3.000 km, atau lebih cepat jika Anda sering melewati medan berat dan macet.
Demikian beberapa penyebab kenapa oli mesin motor cepat habis. Dengan memahami penyebab di atas, Anda bisa lebih waspada dalam melakukan perawatan.