- Yamaha Fino di Indonesia menggunakan mesin 125cc berpendingin udara, sedangkan Yamaha Vino di Jepang bermesin 49cc berpendingin cairan.
- Harga Yamaha Vino di Jepang mencapai Rp23,7 juta, lebih mahal dibandingkan Yamaha Fino Indonesia yang berkisar Rp20,4 hingga Rp21,6 juta.
- Yamaha Fino Indonesia dirancang untuk dua penumpang dengan ban 14 inci, sementara Vino Jepang hanya untuk satu orang penumpang.
Dengan spesifikasi ini, Fino 125 sangat mumpuni untuk digunakan berboncengan dan menembus kemacetan kota dengan akselerasi yang halus.
Sangat berbeda dengan versi Indonesia, Yamaha Vino di Jepang masuk dalam kategori motor mungil atau "Gentsuki" dengan kapasitas mesin hanya 49cc atau kelas 50cc.
Meskipun kapasitasnya kecil, teknologi yang diusung tidak main-main karena sudah menggunakan sistem pendingin cairan atau water-cooled, berbeda dengan Fino Indonesia yang masih mengandalkan pendingin udara.

Mesin mungil ini hanya mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 3,3 kW atau sekitar 4,5 PS pada 8.000 rpm dan torsi 4,1 Nm pada 6.000 rpm.
Selain kapasitas mesin, kapasitas angkutnya pun berbeda jauh. Jika Yamaha Fino di Indonesia dirancang untuk kapasitas dua orang dengan jok double seat yang stylish, Yamaha Vino di Jepang secara resmi hanya memiliki kapasitas penumpang untuk satu orang saja.
Hal ini juga terlihat dari dimensi bannya, di mana Fino Indonesia menggunakan ban berukuran 14 inci yang lebih lebar dan stabil, sedangkan Vino Jepang menggunakan ban mungil berukuran 10 inci yang membuatnya terlihat jauh lebih compact dan ringan dengan bobot total hanya 81 kg dibandingkan Fino Indonesia yang berbobot 98 kg.