Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:10 WIB
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika... (freepik)
baca 10 detik
  • Pajak kendaraan tahunan diwacanakan dihapus, beralih ke sistem jalan berbayar sesuai penggunaan aspal. 
  • Tarif disesuaikan dengan bobot kendaraan, mobil SUV besar dan truk otomatis bayar lebih mahal. 
  • Kebijakan ini diharapkan ubah kultur berkendara, kurangi kemacetan, serta pastikan fasilitas jalan raya premium. 

Suara.com - Pemilik mobil yang jarang keluar garasi kini tak perlu pusing lagi jalani kewajiban bayar pajak tahunan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mewacanakan penghapusan pajak kendaraan dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar.

Wacana ini menjadi angin segar bagi kaum mendang-mending yang motornya lebih sering diam di rumah. Skema pay-per-use memastikan Anda hanya merogoh kocek saat ban benar-benar menyentuh aspal.

Mengutip unggahan di Instagram pribadinya, kebijakan ini bukan sekadar urusan memindahkan metode pungutan pungli. Pemerintah menjanjikan timbal balik berupa fasilitas jalan raya kelas premium yang aman dan nyaman.

Janji Manis Aspal Mulus

Pengendara nantinya bakal menikmati aspal mulus tanpa lubang dan sistem drainase anti-banjir. Keamanan juga terjamin lewat pantauan CCTV 24 jam penuh dan penerangan jalan maksimal.

Tidak hanya itu, pos pengamanan terpadu akan disiagakan di berbagai titik strategis. Fasilitas seperti mobil derek, ambulans, pemadam kebakaran, hingga paramedis selalu siap sedia merespons insiden.

"Selanjutnya apabila itu semua sudah terwujud, kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor, kemudian diganti dengan jalan berbayar," kata Dedi Mulyadi, Selasa (12/5/2026).

Kendaraan Berat Siap-Siap Tekor?

Konsep jalan berbayar ini mengusung prinsip keadilan nyata bagi seluruh pengguna jalan. Pemilik motor custom atau mobil hobi yang hanya keluar akhir pekan jelas sangat diuntungkan.

baca juga

"Artinya, menggunakan jalan baru bayar. Jalan tidak digunakan tidak usah bayar," sambungnya.

Namun, pemilik mobil SUV besar atau truk barang harus bersiap dengan konsekuensi logis. Besaran tarif jalan berbayar akan berpatokan langsung pada bobot dan spesifikasi dimensi kendaraan.

"Keadilannya terwujud dari, satu, seringnya menggunakan jalan, sehingga yang menggunakan jalan baru bayar, yang tidak menggunakan ya tidak bayar."

"Yang kedua, beban kendaraan yang melewati jalan, semakin berat kendaraannya, semakin tinggi kewajiban membayarnya," sebutnya.

Jurus Jitu Tekan Kemacetan

Sistem tarif berbasis penggunaan ini menyimpan misi besar untuk mengubah kultur transportasi masyarakat modern. Warga akan berpikir ulang sebelum mengeluarkan kendaraan pribadi untuk urusan yang tidak mendesak.

Efek dominonya sangat jelas, volume lalu lintas harian bisa ditekan secara drastis. Ruang jalanan akan terasa jauh lebih lega dan angka kemacetan bisa turun signifikan.

"Sehingga jalan menjadi nyaman untuk kepentingan semua," kata KDM.

Meski terdengar revolusioner, kebijakan progresif ini tidak akan dieksekusi secara terburu-buru. Pemprov Jawa Barat masih melakukan kajian mendalam terkait kelayakan teknis di lapangan.

"Ini baru gagasan, dan tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah yang melibatkan para akademisi, para pakar."

"Dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepentingan dan kemauan serta kemampuan dalam membaca arah perkembangan jalan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank

Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:39 WIB

Pink Tax Adalah Bentuk Diskriminasi yang Dijual Lewat Produk Perempuan

Pink Tax Adalah Bentuk Diskriminasi yang Dijual Lewat Produk Perempuan

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:30 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:59 WIB

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:49 WIB

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB

×