- Nilai tukar Rupiah tembus Rp17.680 per Dolar AS pada Mei 2026 yang memicu kepanikan.
- Harta kekayaan Perry Warjiyo melonjak drastis hingga 600 persen menyentuh angka Rp72,69 miliar.
- DPR mendesak Gubernur BI mundur meski ia optimis Rupiah menguat di bulan Agustus.
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyoroti bahwa berbagai intervensi, termasuk pembelian SBN ratusan triliun, seolah menguap begitu saja melihat Rupiah yang tak kunjung perkasa.
Bahkan, kolega Harris di Komisi XI, Primus Yustisio dari Fraksi PAN, dengan lantang menantang Perry untuk gentleman dan mundur dari jabatannya demi kehormatan lembaga, merujuk pada budaya malu ala pejabat Jepang atau Korea Selatan.
Antara Optimisme dan Realita
Perry sendiri masih optimis bahwa Rupiah akan kembali menguat dan masuk ke target Rp16.200 - Rp16.800 per dolar AS pada Juli-Agustus nanti, pasca-berlalunya musim pembagian dividen.
Namun, bagi publik, janji optimisme tersebut tampaknya harus bersaing keras dengan realita kasat mata: Rupiah yang makin terpuruk, berhadapan dengan garasi sang Gubernur yang makin mentereng.