- Adu mekanik sengit terjadi antara motor Honda dan CFMoto di Moto3 Junior Catalunya.
- Pembalap asal Jogja, Kiandra Ramadhipa, tampil impresif dan sempat memimpin jalannya balapan.
- Konsistensi performa sukses membawa Ramadhipa menembus peringkat lima klasemen dunia Moto3 Junior.
Suara.com - Jeda balapan MotoGP bukan berarti lintasan aspal sepi dari raungan mesin bertenaga buas. Akhir pekan lalu (22-25/5), Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi saksi bisu panasnya persaingan di ajang FIM Moto3 Junior World Championship 2026.
Sorotan utama tak hanya tertuju pada sengitnya adu mekanik antara motor Honda dan CFMoto di barisan depan, tapi juga aksi fenomenal pembalap muda Indonesia asal Yogyakarta, Kiandra Ramadhipa, yang sukses mengacak-acak dominasi rider Eropa!
Adu Kencang Mesin Honda dan Mental Baja Sang Kuda Hitam
Mengusung bendera Honda Asia-Dream Racing Junior Team, rider binaan Astra Honda Motor (AHM) ini menunjukkan mentalitas bertarung kelas dunia.
Pada Race 1, Ramadhipa yang memulai balapan dari grid ketiga sempat melorot terlempar ke barisan tengah.
Namun, di sinilah pembuktian sesungguhnya terjadi. Ketangguhan mesin racikan Honda dipadukan nyali sang rider sukses membawanya merangsek kembali ke depan.
Hebatnya lagi, pembalap bernomor start 32 ini sempat memimpin jalannya balapan di lap terakhir sebelum akhirnya terjadi pertarungan sengit yang memaksanya finish di posisi ke-5.
Balapan pertama ini akhirnya dimenangi oleh Leonardo Zanni, yang dikawal ketat oleh dua penunggang motor CFMoto, Giulio Pugliese dan Carlos Cano di podium 2 dan 3.
Namun, kegigihan Ramadhipa di atas sadel motor Honda sukses mencuri perhatian publik Catalunya.

Tensi Memanas di Race 2: Honda Tempel Ketat CFMoto
Persaingan di lintasan benar-benar berubah menjadi arena adu gengsi pabrikan. Skuad CFMoto Aspar Junior Team memang tampil beringas akhir pekan ini, namun mereka terusik oleh perlawanan spartan dari kubu Honda.
Memasuki Race 2, tensi semakin memanas. Giulio Pugliese (Italia) berhasil memaksimalkan performa CFMoto-nya untuk merebut podium pertama.
Namun, Honda tak tinggal diam. Pembalap Honda lainnya, Travis Borg, memberikan perlawanan sengit hingga berhasil menyegel podium kedua, disusul Fernando Bujosa di tempat ketiga.
Nasib sial dialami pemenang Race 1, Leonardo Zanni, yang harus mencium aspal saat sedang memimpin jalannya balapan.
Di sisi lain, Kiandra Ramadhipa kembali memamerkan konsistensinya. Terus berjibaku dan tampil kompetitif di rombongan depan, pembalap kebanggaan Jogja ini sukses menuntaskan balapan di posisi ke-6.
Tembus Jajaran Elit Klasemen Dunia
Hasil super positif dari dua balapan pembuka musim 2026 ini berdampak masif. Konsistensi memeras tenaga maksimal dari kuda besi Honda membawa Kiandra Ramadhipa menembus jajaran elit dunia.
Mengumpulkan total 21 poin, pembalap asal Kota Gudeg ini bertengger kokoh di peringkat 5 klasemen sementara Rider Standings Moto3 Junior 2026. Poin Ramadhipa setara dengan pembalap Prancis, Guillem Planques, di urutan keempat.
Puncak klasemen saat ini memang masih dikuasai duo CFMoto, Giulio Pugliese (45 poin) dan Carlos Cano (29 poin), disusul Leonardo Zanni di posisi ketiga (25 poin).
Namun, dengan sisa musim yang masih panjang, kombinasi handling mesin Honda yang tajam dan insting balap pantang menyerah dari sang talenta Jogja ini jelas menjadi ancaman serius bagi dominasi pabrikan lain.
Mari kita tunggu kejutan apa lagi yang akan dihadirkan Kiandra Ramadhipa di seri selanjutnya!
Ringkasan Klasemen Sementara Top 10 FIM Moto3 Junior 2026 (Pasca Seri Catalunya):
- Giulio Pugliese (CFMoto Aspar Junior Team) - 45 Poin
- Carlos Cano (CFMoto Aspar Junior Team) - 29 Poin
- Leonardo Zanni (Momoven Racing) - 25 Poin
- Guillem Planques (Momoven Racing) - 21 Poin
- Kiandra Ramadhipa (Honda Asia-Dream Racing Junior Team) - 21 Poin
- Travis Borg (Team Monlau Motul) - 20 Poin
- Ryota Ogiwara (Asia Talent Team) - 18 Poin
- Fernando Bujosa (AC Racing Team) - 16 Poin
- Leonardo Abruzzo (Team FPS Laglisse) - 16 Poin
- Kgopotso Mononyane (AGR Team) - 13 Poin