- Harga beli motor bekas murah belum tentu hemat biaya operasional harian dan perawatannya.
- Lima motor lawas seperti RX-King dan Ninja 2-Tak terkenal sangat boros konsumsi bensin.
- Deretan motor boros ini sebaiknya hanya dijadikan barang hobi, bukan untuk kendaraan harian.
Suara.com - Memiliki sepeda motor dengan performa gahar, suara merdu, atau desain yang ikonik merupakan impian bagi sebagian besar pencinta roda dua di Indonesia. Namun, bagi Anda yang berada di posisi konsumen cerdas atau calon pembeli pemula, sangat penting untuk tidak sekadar tergiur oleh harga perolehan awal yang murah.
Di dunia otomotif, terdapat istilah "biaya siluman"—yakni akumulasi pengeluaran operasional dan perawatan yang sering kali tidak terduga dan justru melampaui harga beli motor itu sendiri. Salah satu faktor terbesar yang siap menguras isi dompet Anda secara berkala adalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terlampau boros.
Bukan rahasia lagi jika beberapa model motor di Indonesia terlahir dengan karakter mesin yang haus bensin akibat keterbatasan teknologi pada masanya ataupun karena orientasi performa yang radikal.
Berikut ini adalah rangkuman mendalam mengenai lima sepeda motor bekas yang terkenal sangat boros, lengkap dengan analisis teknis serta realitas pahit yang wajib Anda waspadai sebelum memutuskan untuk meminangnya.
1. Yamaha Mio Karbu

Bagi masyarakat awam, motor matic karburator generasi awal ini dinilai sebagai salah satu pelopor utama yang sukses mematangkan pasar transmisi otomatis di tanah air.
Sayangnya, karena lahir di era saat teknologi efisiensi bahan bakar belum menjadi prioritas utama pabrikan, konsumsi bensin motor matic pertama ini terkenal sangat boros.
Eksistensinya di segmen motor harian perlahan mulai tumbang dan tergusur ketika kompetitor meluncurkan varian yang jauh lebih irit.
Secara arsitektur mesin, motor matic ini sebenarnya memiliki keunggulan tersembunyi yang sangat disukai oleh para mekanik dan pencinta kecepatan, yaitu material silinder atau boring bawaan yang sangat tebal.
Ketebalan dinding liner ini memungkinkan mesin dipasang piston berdiameter besar hingga ukuran 63 mm, padahal standar pabrikannya hanya berada di kisaran 50-an mm. Itulah mengapa motor ini sangat bernilai jika dikonversi menjadi spek balap sirkuit.
Untuk penggunaan harian, pemilik harus memutar otak demi menyiasati keborosannya. Salah satu trik modifikasi mekanis yang populer adalah mengganti karburator bawaan dengan karburator aftermarket milik motor bebek seperti Honda Supra X 125 atau Revo.
"Wajar kalau dinobatkan sebagai motor paling boros, bukan hanya urusan bahan bakar tapi juga perawatannya. Kecuali kalau dipakai balap, karena material mesinnya memang mendukung." ujar Herdi Nofriadi dari channel YouTube HND Garage.
- Estimasi Harga Bekas: Di bursa motor bekas, harganya sudah sangat merosot, rata-rata dibanderol mulai dari kisaran Rp 3 jutaan hingga Rp 12 jutaan tergantung kondisi dan orisinalitasnya
2. Kawasaki Ninja 150 Varian 2-Tak

Siapa yang tidak mengenal keluarga Ninja 2-Tak? Motor ini memiliki basis penggemar fanatik yang luar biasa di Indonesia berkat raungan suaranya yang khas, garing, dan "gurih", serta performa akselerasi yang sangat instan.
Menunggangi Ninja 2-Tak seolah memberikan impresi maskulin dan citra bad boy yang karismatik di jalan raya. Namun, performa brutal ini menuntut kompensasi finansial yang tidak main-main.