- Pakar otomotif Ridwan Hanif mengulas kelebihan serta kekurangan Mitsubishi Mirage, Nissan March, dan Suzuki S-Presso sebagai pilihan city car.
- Selain tiga merek populer, terdapat berbagai alternatif mobil bekas yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya pajak lebih terjangkau.
- Pembeli disarankan memeriksa kondisi unit serta dokumen kendaraan secara teliti guna mendapatkan mobil bekas yang awet dan bernilai rasional.
Suara.com - Ketika berburu mobil bekas, banyak orang langsung terpikir pada tiga merek besar: Toyota, Daihatsu, dan Honda.
Tidak salah, karena ketiganya memang punya reputasi mesin bandel dan jaringan bengkel luas.
Namun, efek samping dari popularitas itu adalah harga bekasnya sering “tergoreng” alias susah turun, bahkan untuk unit yang sudah berumur.
Kalau tujuanmu adalah mencari mobil bekas yang awet, irit, tapi harganya tetap rasional, ada banyak alternatif dari pabrikan lain.
Suzuki, Nissan, Mitsubishi, hingga brand Korea seperti Kia dan Hyundai punya model yang tidak kalah tangguh, irit bensin dan pajak tahunan yang lebih bersahabat.
Pakar otomotif Ridwan Hanif, sempat mengungkap plus minus dari tiga mobil city car populer: Mitsubishi Mirage, Nissan March, dan Suzuki S-Presso.
Begini pendapatnya seperti Suara.com telah rangkum:

1. Mitsubishi Mirage (Generasi Awal/GLS)
Mobil ini dinilai sebagai salah satu yang paling nyaman di kelasnya, bahkan setelah penggunaan jangka panjang.
Sisi plusnya, suspensi yang sangat empuk dan nyaman, radius putar kecil sehingga mudah bermanuver, serta konsumsi BBM yang sangat irit. Kualitas interiornya juga tergolong solid dan tidak mudah berbunyi (rattle) meski sudah berusia 4 tahun.
Namun sisi minusnya adalah ukuran ban standar yang terlihat terlalu tipis (cingkrang), kapasitas tangki bensin yang kecil, serta getaran mesin 3 silinder yang mulai terasa seiring bertambahnya usia engine mounting.
"Kalau misal kalian cari city car yang nyaman... mau cari city car second gua bisa menyarankan Mirage ini enak mobil ya, enggak nyesel dipakainya," ucapnya.
2. Nissan March
Nissan March dikenal karena kabinnya yang lapang dan fitur yang cukup lengkap pada masanya.
Ridwan menyoroti bahwa salah satu sisi positif dari mobil ini adalah kabin sangat lega dengan headroom dan legroom yang mumpuni, pandangan keluar (visibilitas) sangat luas, serta suspensi yang nyaman dan empuk.
Di sisi lain, desain versi facelift dianggap agak "memaksa", peredaman suara kolong (ban) masih kurang baik, dan performa mesin 1.2L 3 silindernya tidak se-agresif kompetitor seperti Datsun Go.
"Masuk ke dalam mobil ini kesannya... lega banget. Karena model membulat, makanya meskipun luarnya kecil, dalamnya gede."
3. Suzuki S-Presso (Versi Improvement 2023)
Mobil ini menawarkan karakter unik ala crossover dengan harga yang sangat terjangkau.
Menurut pakar di atas, posisi duduk tinggi yang memberikan kepercayaan diri saat berkendara di samping kendaraan besar, suspensi yang sangat bagus peredamannya untuk kelas harganya, serta mesin yang minim getaran untuk ukuran 3 silinder.
Tapi di sisi sebaliknya, dinamika berkendara (driving dynamics) dianggap kurang menyenangkan, transmisi AGS yang memiliki jeda (delay) cukup terasa, serta desain eksterior yang terlihat kurang proporsional dengan ban kecil.
"Suara peredaman suspensinya itu bagus... kayak mobil dengan harga di atas itu. Tapi kalau kalian suka menyetir, bisa dijamin kalian tidak akan menikmati mengemudi mobil ini," tuturnya pada salah satu vlognya.

Namun jika Anda butuh opsi lain selain tiga jenis mobil di atas, berikut telah Suara.com rangkum lebih banyak rekomendasi mobil bekas yang bisa jadi pilihan cerdas, tanpa harus khawatir harga bekasnya melambung tidak masuk akal.
1 Suzuki Karimun Wagon R
Harga bekas Rp65–115 juta, pajak tahunan Rp1–2 juta. Mesin 1.0L DOHC VVT dengan konsumsi BBM 20–21 km/liter. Plusnya: desain tall boy memberi ruang kepala lega, irit, dan biaya perawatan murah. Minusnya: performa terbatas di jalan tol saat penuh muatan.
2. Suzuki Ignis
Harga bekas Rp90–130 juta, pajak Rp800 ribu–2 juta. Mesin 1.2L dengan konsumsi 14–18 km/liter. Plusnya: desain urban crossover unik, kabin cukup lega, dan resale value stabil. Minusnya: tenaga mesin terasa pas-pasan jika penuh penumpang.
3. Suzuki S-Presso (2019)
Harga bekas Rp85–120 juta, pajak Rp700 ribu–2 juta. Mesin 1.0L dengan konsumsi 16–20 km/liter. Plusnya: tahun muda, pajak ringan, dan ground clearance tinggi. Minusnya: interior sederhana dan fitur minim.
4. Suzuki Splash
Harga bekas Rp40–105 juta, pajak Rp800 ribu–2,1 juta. Mesin 1.2L dengan konsumsi 16–22 km/liter. Plusnya: lincah di perkotaan, irit, dan mesin bandel. Minusnya: populasi unit makin sedikit, sehingga perlu teliti mencari kondisi terbaik.
5. Nissan Magnite 1.0 Turbo
Harga bekas Rp160–200 juta, pajak Rp3–4 juta. Mesin 1.0L turbo dengan konsumsi hingga 25 km/liter di jalan tol. Plusnya: performa bertenaga sekaligus efisien. Minusnya: pajak relatif tinggi untuk ukuran city car.
6. Nissan March (2012–2013)
Harga bekas Rp60–90 juta, pajak Rp800 ribu–1,9 juta. Mesin 1.2L dengan konsumsi 14–21 km/liter. Plusnya: radius putar kecil, lincah di perkotaan, dan mesin bandel. Minusnya: suku cadang mulai terbatas karena model discontinued.
7. Mitsubishi Mirage (2013–2016)
Harga bekas Rp65–90 juta, pajak Rp1,2–2 juta. Mesin 1.2L MIVEC 3-silinder dengan konsumsi 12–21 km/liter. Plusnya: salah satu city car paling irit, suspensi empuk, dan stabil di jalan raya. Minusnya: getaran mesin terasa saat idle, interior plastik sederhana.
8. Kia Picanto (2012)
Harga bekas Rp60–90 juta, pajak Rp1,5–1,8 juta. Mesin 1.2L CVVT dengan konsumsi 12,5–20 km/liter. Plusnya: fitur dual airbag, mesin bandel, dan kabin nyaman. Minusnya: jaringan bengkel Kia tidak seluas merek Jepang.
9. Hyundai i10 (2013)
Harga bekas Rp70–100 juta, pajak Rp1–1,5 juta. Mesin 1.2L dengan konsumsi 11,8–15,1 km/liter. Plusnya: city car lincah, visibilitas luas, dan kabin cukup lega. Minusnya: resale value tidak setinggi kompetitor Jepang.
Mobil-mobil di atas menawarkan kombinasi awet, irit, dan harga bekas yang lebih rasional dibanding “Tiga Besar”. Dengan pajak ringan dan konsumsi BBM efisien, mereka bisa jadi solusi harian tanpa harus khawatir harga beli yang terlalu tinggi.
Pastikan tetap cek kondisi unit, riwayat servis, dan dokumen lengkap sebelum transaksi agar benar-benar mendapatkan mobil bekas yang layak pakai.