Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 03 Juni 2026 | 11:40 WIB
Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi
Ilustrasi standar keamanan mobil yang dinilai belum ramah untuk perempuan. (freepik)
baca 10 detik
  • Penelitian TU Graz di Austria mengungkap bahwa perempuan memiliki risiko cedera 60 persen lebih tinggi dibanding pria saat kecelakaan.
  • Standar keselamatan kendaraan saat ini dinilai kurang inklusif karena masih berbasis pada karakteristik fisik tubuh pria selama bertahun-tahun.
  • Perbedaan anatomi tubuh serta posisi duduk penumpang depan yang tidak optimal mengurangi efektivitas fitur keselamatan bagi para perempuan.

Suara.com - Kemajuan teknologi keselamatan kendaraan saat ini diklaim semakin canggih dengan standar keamanan tinggi dalam menekan angka kecelakaan. Namun fakta mengejutkan datang dari penelitian terbaru yang mengungkap bahwa perempuan justru menghadapi risiko cedera jauh lebih tinggi dibandingkan pria ketika berada di dalam kabin mobil.

Melansir laporan Carscoops, studi dari Graz University of Technology atau TU Graz di Austria menemukan bahwa perempuan memiliki risiko mengalami cedera hingga 60 persen lebih tinggi dibanding pria dalam kecelakaan lalu lintas karena standar keamanan yang berbeda.

Data tersebut diperoleh setelah tim peneliti menganalisis riwayat kecelakaan di Austria sepanjang 2012 hingga 2024 serta melakukan simulasi menggunakan model manusia virtual.

Salah satu alasan utama di balik tingginya risiko tersebut adalah standar keselamatan kendaraan yang sudah puluhan tahun didasarkan pada karakteristik tubuh pria.

Selama ini industri otomotif menggunakan boneka uji tabrak perempuan yang ternyata hanya merupakan versi lebih kecil dari boneka pria. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 95 persen perempuan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan boneka referensi tersebut.

Para peneliti menilai perempuan tidak bisa dianggap hanya sebagai “pria berukuran lebih kecil". Hal ini dikarenakan perbedaan bentuk panggul, struktur dada, geometri bahu, hingga pergerakan tulang belakang sangat memengaruhi tingkat cedera saat terjadi benturan keras.

Selain faktor anatomi, posisi duduk penumpang juga menjadi sorotan. Penumpang di kursi depan sering kali duduk lebih rebah atau lebih jauh dari dashboard dibandingkan pengemudi. Kondisi ini secara otomatis mengurangi efektivitas kerja sabuk pengaman maupun airbag saat terjadi benturan.

Statistik menunjukkan bahwa perempuan lebih sering menempati kursi penumpang depan sehingga lebih banyak terpapar risiko keselamatan ini.

Para ahli berharap hasil studi ini mendorong pengembangan teknologi keselamatan yang lebih inklusif dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik tubuh antara pria dan perempuan demi menurunkan angka cedera pada masa depan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:45 WIB

Skandal Keamanan Toyota Starlet Terbongkar Raih Nol Bintang Global NCAP

Skandal Keamanan Toyota Starlet Terbongkar Raih Nol Bintang Global NCAP

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:15 WIB

Skandal Airbag Ilegal Asal China Renggut Sepuluh Nyawa Pengguna Mobil di Amerika Serikat

Skandal Airbag Ilegal Asal China Renggut Sepuluh Nyawa Pengguna Mobil di Amerika Serikat

Otomotif | Selasa, 07 April 2026 | 12:59 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×