Canggihnya Cruise Control Yamaha, Bisa Ngedownshift Otomatis

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 04 Juni 2026 | 17:10 WIB
Canggihnya Cruise Control Yamaha, Bisa Ngedownshift Otomatis
Motor Yamaha. (Yamaha UK)
baca 10 detik
  • Yamaha mengembangkan teknologi adaptive cruise control terbaru dengan kemampuan melakukan downshift otomatis untuk membantu proses pengereman motor.
  • Sistem tersebut mengintegrasikan radar, transmisi otomatis, dan pengaturan suspensi guna meningkatkan stabilitas serta keamanan saat kendaraan melambat.
  • Inovasi ini bertujuan membantu pengendara berhenti lebih aman melalui pengaturan rem dan engine brake secara otomatis di jalan.

Suara.com - Yamaha tengah mengembangkan sistem adaptive cruise control yang lebih pintar. Tidak hanya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, teknologi ini mampu melakukan downshift otomatis saat motor melambat.

Artinya, motor bisa meniru kebiasaan pengendara yang biasanya menurunkan gigi untuk membantu pengereman dan menjaga stabilitas.

Teknologi ini berasal dari Yamaha Motor Company, melalui paten terbaru yang mereka ajukan, menurut Cycle World.

Yamaha sebelumnya sudah memperkenalkan fitur serupa di Tracer 9GT+ Y-AMT, yang menggabungkan adaptive cruise control dengan transmisi semi-otomatis dan sistem pengereman terintegrasi.

Teknologi cruise control adaptif dengan downshift otomatis sangat relevan di pasar Eropa dan Amerika, di mana regulasi keselamatan semakin ketat.

Downshift otomatis membantu motor melambat lebih aman. Sistem ini mengurangi transfer bobot berlebihan ke bagian depan saat pengereman, sehingga motor tetap stabil.

Dengan kombinasi radar, suspensi semi-aktif, dan transmisi otomatis, pengendara bisa mendapat pengalaman berkendara yang lebih nyaman sekaligus aman.

Yamaha MT-09 Y-AMT (Greatbiker)
Yamaha MT-09 Y-AMT (Greatbiker)

Saat cruise control aktif dan motor harus melambat, sistem akan:

  • Mengatur tekanan rem depan dan belakang.
  • Menurunkan gigi secara otomatis untuk menambah efek engine brake.
  • Menyesuaikan suspensi agar tidak terjadi dive berlebihan di bagian depan.

Hasilnya, motor bisa berhenti lebih cepat dan lebih stabil, tanpa perlu pengendara repot melakukan kombinasi rem dan downshift manual.

baca juga

Jika teknologi ini benar-benar diterapkan, pengendara akan mendapat sistem bantuan yang bisa menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat.

Meski ada pengendara yang ragu dengan fitur otomatis, Yamaha memastikan kontrol manual tetap tersedia agar sensasi berkendara tidak hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Perbedaan 'Mahzab' Kawasaki dan Toyota Meracik Motor Hidrogen

Begini Perbedaan 'Mahzab' Kawasaki dan Toyota Meracik Motor Hidrogen

Otomotif | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:22 WIB

Dibongkar Kejagung, Terkuak Fakta Motor Listrik BGN Pesanan Dadan Hindayana

Dibongkar Kejagung, Terkuak Fakta Motor Listrik BGN Pesanan Dadan Hindayana

Otomotif | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:10 WIB

Honda Scoopy Rawan Terkapar: Yamaha Punya Pesaing dengan Harga Under Rp15 Juta, Fitur Canggih

Honda Scoopy Rawan Terkapar: Yamaha Punya Pesaing dengan Harga Under Rp15 Juta, Fitur Canggih

Otomotif | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif, Pengadaan Motor Listrik BGN Tidak Penuhi Syarat

Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif, Pengadaan Motor Listrik BGN Tidak Penuhi Syarat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:50 WIB

Toyota Patenkan Motor Fuel Cell Hidrogen: Solusi Canggih Pakai Sistem Cabut Pasang Tangki

Toyota Patenkan Motor Fuel Cell Hidrogen: Solusi Canggih Pakai Sistem Cabut Pasang Tangki

Otomotif | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×