- Toyota melakukan recall terhadap 270 ribu unit mesin mobil Tundra di Amerika Serikat akibat masalah teknis serius.
- BYD menjamin ganti rugi kerusakan akibat penggunaan sistem autopilot bagi pengguna selama 12 bulan masa kepemilikan kendaraan.
- Kejaksaan Agung mengungkap skandal pengadaan motor MBG senilai satu triliun rupiah yang situs resminya tidak berfungsi profesional.
Suara.com - Awal Juni 2026 dunia otomotif dan isu publik kembali dipenuhi kabar beragam. Reputasi Toyota yang dikenal bandel tercoreng setelah salah satu modelnya harus mengalami recall besar, dengan 270 ribu mesin terdampak.
Di sisi lain, pilihan mobil PHEV dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km mulai mencuri perhatian konsumen.
Sementara itu, BYD menegaskan komitmennya dengan menanggung kerugian pengguna yang mengalami kecelakaan, meski tetap ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Dari segmen roda dua, Motul menghadirkan standar baru pelumas motor 2 tak minim asap, memberi solusi bagi pengendara yang peduli lingkungan.
Sorotan publik juga tertuju pada skandal motor MBG era Dadan Hindayana, yang bertampang sangar namun website resminya justru berisi lorem ipsum.
Tak kalah menarik, motor listrik Yadea berhasil menempuh ratusan kilometer dalam sekali cas dengan rute Bandung–Bogor, menandai perkembangan signifikan di pasar kendaraan listrik.
1. Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
![Toyota. [Cicero7/Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/23/32209-logo-toyota.jpg)
Selama puluhan tahun, Toyota telah membangun reputasi sebagai produsen mobil bandel dengan daya tahan mesin yang mumpuni.
Namun, warisan emas itu kini sedang dipertaruhkan. Masalah serius yang menimpa Toyota Tundra, pikap full-size andalan mereka di Amerika Serikat, mengancam akan meruntuhkan kepercayaan konsumen setianya.
2. Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
![Ilustrasi mobil dengan teknologi PHEV. [Dok TAM]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/31/26706-all-new-toyota-prius-phev.jpg)
Mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai mendapat perhatian di Indonesia karena menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Berbeda dengan hybrid konvensional, mobil jenis ini dibekali baterai yang dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal sehingga tetap menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Di Indonesia, beberapa model PHEV yang sudah dipasarkan bahkan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.
3. Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya

BYD resmi mengumumkan akan menanggung biaya kerusakan akibat penggunaan sistem God’s Eye, teknologi autopilot terbaru mereka.
Jaminan ini mencakup fungsi seperti intelligent self-parking dan urban-speed navigate-on-autopilot (NOA). Program ini disebut sebagai “full damage coverage guarantee” yang berlaku selama 12 bulan pertama kepemilikan, menurut Drive Australia.
4. Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap

Motul resmi mengumumkan pembaruan pada lini pelumas dua tak melalui peningkatan spesifikasi produk Motul 510 2T dan Motul 710 2T. Langkah ini diambil sebagai komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan pelumas yang relevan dengan perkembangan teknologi mesin motor di Indonesia.
Pembaruan utama pada lini produk ini terletak pada peningkatan spesifikasi yang kini telah memenuhi standar terbaru JASO FD M345. Standar asal Jepang tersebut mengevaluasi empat karakteristik utama yaitu pelumasan, daya pembersih, pengurangan asap, serta pengendalian deposit. Saat ini JASO FD merupakan level tertinggi dibandingkan spesifikasi sebelumnya.
5. Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum

Skandal korupsi pengadaan motor Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dadan Hindayana mengungkap fakta digital yang memalukan. Negara membayar Rp 1 triliun untuk merek EMMO yang situs resminya hanya berisi teks dummy "Lorem Ipsum".
Kejaksaan Agung mencatat sekitar 21 ribu unit motor terlanjur didistribusikan ke berbagai daerah. Ini berarti setiap unit kendaraan menyedot anggaran negara sekitar Rp 47,6 juta.
6. Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi mobilitas yang lebih efisien dan ekonomis. Menjawab tantangan tersebut, Yadea menghadirkan lini motor listrik cerdas dengan kemampuan jarak tempuh tinggi yang menawarkan performa mumpuni dalam penggunaan nyata.
Salah satu daya tarik utama produk Yadea adalah efisiensi biaya penggunaan yang sangat signifikan. Dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin, biaya pengisian daya motor listrik ini dapat memberikan penghematan hingga sekitar 90 persen tergantung pola pemakaian dan tarif listrik yang berlaku.