- Penjualan mobil PHEV di Indonesia melonjak lebih dari 400 persen pada awal tahun 2026.
- Chery Tiggo 8 CSH mendominasi pasar, menyumbang hampir 46 persen dari total penjualan nasional.
- Merek Tiongkok memimpin pasar PHEV yang kini dianggap solusi elektrifikasi paling rasional bagi konsumen.
Suara.com - Di tengah hingar-bingar tren mobil listrik murni (BEV) dan hybrid konvensional, ada satu segmen yang secara diam-diam mencetak rekor fantastis di pasar otomotif Tanah Air. Tanpa banyak gembar-gembor, penjualan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mengalami ledakan luar biasa sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru GAIKINDO, penjualan mobil PHEV pada periode Januari hingga Mei 2026 melonjak tajam hingga lebih dari 400 persen atau setara 4 kali lipat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagai perbandingan, pada Januari-Mei 2025 lalu segmen ini hanya mampu menjual 504 unit. Namun di tahun 2026, angkanya meroket menyentuh 2.601 unit. Pertanyaannya, siapa aktor utama di balik meledaknya pasar "mobil dua mesin" ini?
Tiongkok Merajai, Chery Jadi "Raja" Baru

Menariknya, lonjakan spektakuler ini didorong sepenuhnya oleh invasi pabrikan asal Tiongkok, tanpa ada perlawanan berarti dari merek-merek Jepang.
Dominasi pasar saat ini dipegang erat oleh Chery, dengan SUV andalannya Tiggo 8 CSH.
Tiggo 8 CSH terbukti sangat diminati konsumen Indonesia dengan mencatatkan distribusi sebanyak 1.190 unit hanya dalam waktu lima bulan.
Angka ini luar biasa karena model tersebut sendirian menyumbang sekitar 45,7 persen dari total seluruh penjualan PHEV nasional.
Kesuksesan ini disusul oleh "sang kakak", Chery Tiggo 9 CSH, yang mengamankan posisi kedua dengan penjualan 300 unit. Secara total, duet maut lini Tiggo ini menguasai 57,2 persen pangsa pasar PHEV di Indonesia.
Wuling Menempel Ketat, Pendatang Baru Curi Perhatian
Di luar hegemoni Chery, Wuling juga menunjukkan performa yang patut diperhitungkan. Wuling Eksion PHEV berhasil mengamankan posisi ketiga dengan mencatatkan distribusi 258 unit, yang kemudian ditempel ketat oleh saudaranya, Wuling Darion PHEV, di angka 256 unit.
Peta persaingan semakin panas dengan masuknya pendatang baru yang langsung mencatatkan angka impresif.
Geely Starray EM-i berhasil terjual sebanyak 210 unit, sementara SUV premium Jaecoo J8 SHS sukses mendistribusikan 169 unit.
Rapor Penjualan Mobil PHEV di Indonesia (Januari - Mei 2026):
- Chery Tiggo 8 CSH: 1.190 unit
- Chery Tiggo 9 CSH: 300 unit
- Wuling Eksion PHEV: 258 unit
- Wuling Darion PHEV: 256 unit
- Geely Starray EM-i: 210 unit
- Jaecoo J8 SHS: 169 unit
PHEV: Jalan Tengah Paling Rasional?
Ledakan angka ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia semakin cerdas dalam memilih teknologi elektrifikasi.
Kehadiran berbagai model baru dari pabrikan Tiongkok ini memberikan alternatif menarik: merasakan keheningan dan efisiensi mobil listrik murni untuk mobilitas harian di dalam kota, tetapi tetap bebas dari range anxiety (kecemasan kehabisan baterai) karena mesin bensin siap mengambil alih saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Dengan perpaduan teknologi yang makin canggih dan harga yang semakin kompetitif, bukan tidak mungkin tren penjualan mobil PHEV akan terus meroket dan mengubah peta industri otomotif Indonesia di penghujung tahun 2026.