Ekonomi Amerika Anjlok, Rupiah Bangkit ke Rp18.055 per Dolar AS,

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:48 WIB
Ekonomi Amerika Anjlok, Rupiah Bangkit ke Rp18.055 per Dolar AS,
Rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026), seiring anjloknya dolar Amerika Serikat (AS) setelah rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang berada di bawah ekspektasi pasar. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 56 poin ke Rp18.055 per dolar AS.
  • Dolar AS melemah usai data ekonomi Amerika di bawah ekspektasi.
  • Harga minyak dan sentimen domestik masih membatasi penguatan rupiah.

Suara.com - Rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026), seiring anjloknya dolar Amerika Serikat (AS) setelah rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang berada di bawah ekspektasi pasar. Meski demikian, penguatan mata uang Garuda diperkirakan masih dibayangi risiko dari kenaikan harga minyak dunia dan sentimen domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat ke level Rp18.055 per dolar AS, naik 56 poin atau 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.111 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS setelah pelaku pasar merespons data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah masih terbatas. Pasalnya, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, sentimen domestik juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang penguatan lebih lanjut.

"Kenaikan harga minyak mentah dunia serta sentimen domestik yang lemah memberikan tekanan pada rupiah. Range di kisaran Rp18.000-Rp18.050," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,67%, diikuti dolar Taiwan 0,49%.

Selanjutnya, dolar Singapura naik 0,11%, yuan China 0,08%, yen Jepang 0,06%, baht Thailand 0,02%, peso Filipina 0,02%, serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,001% terhadap dolar AS.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:38 WIB

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:52 WIB

Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?

Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×