- Konsumen Indonesia kini beralih menggunakan transmisi CVT pada mobil keluarga demi mendapatkan efisiensi bahan bakar lebih baik.
- Mekanik menyatakan transmisi CVT pada Mitsubishi Xpander dan Toyota Veloz tahun 2021-2022 belum menunjukkan masalah kronis yang masif.
- Harga pasar mobil bekas kedua model tersebut berkisar Rp170 juta hingga Rp285 juta dengan keunggulan fitur masing-masing.
Suara.com - Belakangan ini, tren mobil keluarga di Indonesia mengalami pergeseran besar, terutama dengan mulai ditinggalkannya transmisi otomatis konvensional dan beralih ke Continuous Variable Transmission atau CVT.
Namun, perubahan ini tidak lepas dari rasa was-was di kalangan calon pembeli mobil bekas.
Banyak orang masih merasa khawatir bahwa transmisi CVT cenderung lebih ringkih dan tidak sekuat transmisi matik model lama yang menggunakan gir planetari.
Ketakutan ini diperparah dengan banyaknya kasus mobil bekas CVT yang mengalami kerusakan akibat salah perawatan atau gaya berkendara pemilik sebelumnya yang terlalu agresif.
Transmisi CVT memang menawarkan perpindahan gigi yang jauh lebih halus dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, namun ia membutuhkan perhatian ekstra, terutama pada kualitas dan jadwal penggantian oli transmisi.
Jika pemilik sebelumnya abai, biaya perbaikan CVT bisa sangat menguras kantong.
Adu CVT Xpander vs Veloz

Mana yang lebih awet antara unit CVT milik Mitsubishi Xpander atau Toyota Veloz? Kedua kendaraan ini menjadi topik hangat bagi mereka yang sedang berburu mobil bekas tahun muda.
Mengenai daya tahan transmisi ini, para ahli mekanik memberikan sudut pandang yang cukup menenangkan namun tetap realistis.
Dalam sebuah diskusi mengenai perbandingan kedua mobil ini, mekanik dari bengkel spesialis menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan masalah kronis yang masif pada unit CVT keduanya.
Hal ini dikarenakan usia mobil yang masih tergolong baru, yakni rata-rata keluaran tahun 2021 atau 2022.
Ko Freddy, pakar dari channel YouTube DOMO Transmisi menjelaskan bahwa unit CVT pada Mitsubishi Xpander memiliki kemiripan basis dengan mobil lain yang sudah lama beredar.
"Xpander yang CVT kan sama dengan Sienta, Yaris. Kalau ngomong problem, enggak begitu banyak juga karena mobilnya masih muda semua," ungkap mekanik dari DOMO Transmisi.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas sebenarnya dari sebuah transmisi biasanya baru akan benar-benar teruji setelah mobil melewati masa pakai sekitar lima tahun.
Selama usia mobil masih di bawah lima tahun, umumnya komponen transmisi masih berada dalam kondisi aman asalkan tidak ada kesalahan penggunaan yang fatal.