- Motor incaran utama maling adalah model terlaris bersistem kunci sentral konvensional tanpa penutup magnet.
- Sindikat curanmor lebih memilih mencuri motor berkondisi mulus karena mudah dijual berharga tinggi.
- Mengunci stang ke arah kanan menyulitkan ruang gerak kunci T, sehingga mencegah pencurian kilat.
Suara.com - Kehilangan motor jelas bikin patah hati. Meski sudah lapor polisi, melacak motor yang hilang tanpa fitur GPS bawaan ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Sindikat curanmor zaman sekarang bergerilya dengan sangat cepat, terstruktur, dan ternyata mereka pilih-pilih mangsa.
Seperti yang diungkapkan oleh praktisi otomotif Herdi Nofriadi melalui channel YouTube HND Garage, pencuri motor ternyata tidak asal sikat.
"Motor-motor yang biasanya jadi incaran para pelaku curanmor karena mereka juga punya selera tersendiri. Enggak cuma cari cewek aja yang pakai selera," kelakarnya.
Sama seperti pembeli di dealer, maling juga melakukan "inspeksi" sebelum mengeksekusi targetnya.
Kalau tunggangan kamu masuk ke dalam kriteria dan deretan model di bawah ini, sebaiknya tingkatkan sistem keamanannya sekarang juga.
Berikut adalah 5 ciri motor yang paling diincar oleh spesialis curanmor menurut HND Garage:
1. Posisi Lubang Kunci Sentral & Konvensional
Secara teknis, letak rumah kunci (ignition switch) sangat menentukan seberapa leluasa ruang gerak pencuri. Motor konvensional yang posisi lubang kuncinya berada tepat di tengah jauh lebih disukai karena memberikan ruang gerak bebas bagi tuas pembobol.
"Motor yang lubang anak kuncinya itu di tengah. Mudah ditarik, kecuali lubang anak kunci ditutup," jelas Herdi.
Contoh Model: Motor sport generasi lawas
2. Absennya Fitur Magnetic Secure Key Shutter
Ini adalah pertahanan fisik pertama motor kamu. Motor yang tidak dilengkapi pelindung magnet, atau pemiliknya abai menutup shutter kunci, adalah mangsa empuk.
Tanpa penutup ini, pencuri bisa langsung menghajar silinder kunci dengan Kunci T atau cairan asam pekat dalam hitungan detik.
"Sangat penting sekali motor yang mempunyai tutup anak kunci supaya yang mau berniatan jahat itu masih loading, masih proses untuk membuka tutup kuncinya itu sebelum langsung dibobol," tegas Herdi Nofriadi.

3. Masuk Kategori Motor Hype & Raja Jalanan
Skutik yang sedang merajai angka penjualan di pasaran akan selalu diburu maling. Tingginya populasi motor tersebut membuat penadah sangat mudah menyamarkan identitasnya di pasar gelap.
Herdi menyoroti fenomena penjualan motor curian ini di media sosial.
"Kalian tahu kan motor-motor yang lagi laris di pasaran... itu sampai ada tulisannya grup jual beli motor STNK, grup jual beli motor yatim piatu. Intinya begitulah."
Contoh Model: Honda BeAT, Honda Scoopy, dan Honda Vario 125. Tiga lini skutik ini ibarat "uang tunai" bagi komplotan curanmor karena sangat mudah dilikuidasi.
4. Eksterior Mint Condition (Mulus Total)
Dari kacamata bisnis gelap, motor yang bodinya masih mulus, cat mengkilap, dan tidak ada lecet adalah komoditas bernilai tinggi.
Sebaliknya, motor modifikasi ekstrem atau yang bodinya sudah kusam jarang dilirik karena repot dan murah saat dijual kembali.
"Dengan motor mulus itu mudah sekali penjualannya di pasar gelap daripada motor yang sudah metel, pecah jahitan, apalagi perot, apalagi neyeng (berkarat), apalagi bentuknya sudah enggak karu-karuan," ujar Herdi dalam ulasannya.
5. Sistem Kunci Belum Keyless / Smart Key
Maling motor jalanan umumnya mengandalkan kecepatan alat mekanis, bukan hacker kelas kakap. Oleh karena itu, motor yang masih menggunakan anak kunci fisik menjadi incaran utama.
Menurut Herdi, membobol sistem Smart Key butuh keahlian komputerisasi tinggi.
"Yang keyless ini khusus untuk maling-maling yang sudah tingkat F (Fast & Furious)... Sebenarnya kalau maling bisa pakai komputer, bobol motor itu ngapain ya? Mending bobol mobil... kalau kecanggihan itu hanya dibuat nyuri motor... harganya masih lebih tinggi resikonya."
Punya skutik atau motor bebek yang belum keyless? Jangan panik, ada satu trik mekanis simpel yang sangat dibenci maling: Selalu biasakan mengunci stang ke arah KANAN, bukan ke kiri!
Saat stang dikunci ke kiri (posisi standar pabrik), ruang antara rumah kunci dan stang kemudi akan terbuka lebar. Namun, jika dikunci ke arah kanan, batang kemudi akan menutupi sebagian besar area rumah kunci sehingga mempersempit ruang gerak tuas Kunci T.
"Kalau kunci stang kiri itu sudah biasa dan ada kemungkinan mudah untuk membobol bagian sini... Kunci stang kanan, nah angel (susah) nge-T itu angel... masih sulit kalau gini ya istilahnya mendelaykan atau memberi waktu biar enggak terlalu cepat," pungkas Herdi Nofriadi memberikan trik pamungkasnya.