- Polytron mencatatkan 344 unit wholesales mobil listrik di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Mei tahun 2026.
- Pencapaian tersebut menempatkan Polytron di posisi ke-31, melampaui volume distribusi merek global seperti Kia, Nissan, dan Subaru.
- Produksi mobil listrik berbasis CKD di dalam negeri berhasil meningkatkan daya saing Polytron di pasar otomotif nasional.
Meski total penjualan masih kecil dibandingkan merek besar seperti Toyota atau Honda, keberhasilan mengalahkan Kia dan Nissan dalam volume distribusi adalah sinyal kuat bahwa pasar mobil listrik di Indonesia mulai terbuka bagi pemain baru.
Wholesales Polytron per Varian (Jan–Mei 2026):
Polytron G3: 193 unit
- Januari: 28 unit
- Februari: 29 unit
- Maret: 1 unit
- April: 36 unit
- Mei: 99 unit
Polytron G3+: 151 unit
- Januari: 52 unit
- Februari: 28 unit
- Maret: 25 unit
- April: 40 unit
- Mei: 6 unit
Distribusi Bulanan Polytron (Total 344 unit):
- Januari: 80 unit
- Februari: 57 unit
- Maret: 26 unit
- April: 76 unit
- Mei: 105 unit
Lonjakan di bulan Mei terutama didorong oleh varian Polytron G3, yang mencatat 99 unit. Sementara G3+ justru turun drastis menjadi hanya 6 unit.