BYD Ancam 'Kudeta' Toyota, Mobil Jepang Kompak Bersatu?

Cesar Uji Tawakal

Senin, 20 Juli 2026 | 07:40 WIB
BYD Ancam 'Kudeta' Toyota, Mobil Jepang Kompak Bersatu?
Toyota bZ4X untuk KTT ASEAN 2023. (Foto: TAM)
baca 10 detik
  • BYD menargetkan menjadi pemimpin pasar otomotif global dalam lima tahun ke depan melalui ekspansi agresif di luar Amerika Serikat.
  • CEO Toyota Koji Sato menyerukan kolaborasi seluruh produsen otomotif Jepang guna menghadapi tekanan kompetisi dari perusahaan otomotif China.
  • Asosiasi produsen otomotif Jepang berencana menstandarisasi komponen dasar kendaraan untuk meningkatkan efisiensi biaya serta mempercepat pengembangan teknologi masa depan.

Suara.com - Persaingan di industri otomotif global sedang berada di titik didih. BYD, raksasa kendaraan listrik (EV) asal China, secara terang-terangan mengincar posisi puncak yang selama ini diduduki dengan nyaman oleh Toyota.

Menurut Inside EV, targetnya tidak main-main: menjadi merek mobil nomor satu di dunia dalam lima tahun ke depan.

Meski Toyota masih memimpin jauh dengan pengiriman 10,5 juta unit dibanding 4,5 juta unit milik BYD tahun lalu, ancaman ini dianggap sangat serius oleh para petinggi otomotif di Jepang.

Apa yang membuat BYD begitu percaya diri bisa melakukan "kudeta" ini? Menariknya, mereka merasa tidak butuh pasar Amerika Serikat (AS) untuk menang.

Di tengah tensi geopolitik dan tarif tinggi 100% untuk mobil listrik China di AS, BYD justru agresif melakukan invasi ke pasar internasional lainnya.

Dengan kemajuan teknologi pengisian daya dan strategi ofensif di pasar luar China, BYD kini sudah meroket ke posisi kelima merek terlaris dunia, bahkan melampaui Ford untuk pertama kalinya tahun lalu.

Toyota bereaksi, serukan aliansi Jepang bersatu

Menanggapi serangan kilat dari China ini, industri otomotif Jepang yang biasanya kompetitif di internal justru mulai merapatkan barisan, menurut laporan The Drive.

Pada pertengahan Juli 2026, Koji Sato, CEO Toyota yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Produsen Otomotif Jepang (JAMA), menyerukan pentingnya kolaborasi ketimbang persaingan antar-merek domestik.

baca juga

Sato mengungkapkan adanya "rasa krisis" yang kuat bahwa industri otomotif Jepang sedang berada dalam masa transisi besar dan harus bertransformasi bersama untuk menghadapi tantangan global.

Langkah konkret dari persatuan ini adalah rencana standardisasi suku cadang secara masif di antara anggota JAMA, yang mencakup Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Subaru, Mitsubishi, hingga Suzuki.

Jadi, jangan heran jika nantinya mobil-mobil dari merek yang berbeda ini menggunakan komponen "jeroan" yang identik.

Nissan Leaf siap bertransformasi menjadi SUV (Electrek)
Nissan Leaf siap bertransformasi menjadi SUV (Electrek)

Common part adalah kunci

Fokus kolaborasi ini bukan pada bagian yang terlihat oleh konsumen atau desain bodi, melainkan pada komponen dasar seperti kabel (wiring harnesses), selang cairan, hingga baut dan pengencang.

Mengapa mereka memilih untuk berbagi suku cadang? Tujuannya adalah efisiensi biaya dan penyederhanaan rantai pasok.

Dengan menstandarisasi komponen dasar, perusahaan-perusahaan Jepang ini bisa menghemat dana riset dan pengembangan (R&D).

Sumber daya yang tersisa kemudian bisa dialihkan untuk fokus mengembangkan teknologi masa depan yang lebih krusial bagi konsumen, seperti antarmuka perangkat lunak (software) yang lebih cerdas, fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut, dan pengembangan EV dengan pengisian daya super cepat.

Kerja sama ini menjadi strategi bertahan hidup yang krusial. Di China, dukungan dan regulasi pemerintah telah membantu industri otomotif mereka berevolusi dengan kecepatan yang luar biasa, sehingga BYD dan kawan-kawan bisa mengembangkan mobil jauh lebih cepat daripada pabrikan Jepang.

Dengan kompak bersatu, brand yang lebih kecil seperti Mazda atau Subaru diharapkan tetap bisa bertahan dan memiliki nafas untuk terus berinovasi pada model-model ikonik mereka, sementara raksasa seperti Toyota dan Nissan fokus membendung dominasi global China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah China Tegur Keras Produsen Otomotif Agar Tidak Tumbalkan Keselamatan Demi Perang Harga

Pemerintah China Tegur Keras Produsen Otomotif Agar Tidak Tumbalkan Keselamatan Demi Perang Harga

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 07:05 WIB

Harga Mepet, Apakah Mitsubishi Xforce HEV Ancaman Buat Honda HR-V e:HEV?

Harga Mepet, Apakah Mitsubishi Xforce HEV Ancaman Buat Honda HR-V e:HEV?

Otomotif | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:21 WIB

Tuas Persneling Mobil Manual Mendadak Seret? Jangan Dipaksa, Kenali Penyebab dan Solusi Mudahnya!

Tuas Persneling Mobil Manual Mendadak Seret? Jangan Dipaksa, Kenali Penyebab dan Solusi Mudahnya!

Otomotif | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:52 WIB

Setir Mobil Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi? Kenali "Kode" Bahayanya dan Solusi Jitunya

Setir Mobil Bergetar Hebat Saat Kecepatan Tinggi? Kenali "Kode" Bahayanya dan Solusi Jitunya

Otomotif | Minggu, 19 Juli 2026 | 10:16 WIB

Terkini

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:28 WIB

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:17 WIB

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:15 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

×