- PT Hino Motors Sales Indonesia menggelar diskusi panel vokasi pada ajang GIIAS 4 Agustus 2026 untuk transportasi.
- HMSI menerapkan program Hino Indonesia Partnership School dan Hino Indonesia Academy guna melatih tenaga kerja kompeten.
- Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan menyatakan sinergi industri dan sekolah menghasilkan sumber daya manusia siap kerja.
Suara.com - Kemajuan industri transportasi nasional sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Menyadari hal tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar diskusi panel bertajuk Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan dalam rangkaian GIIAS 2026.
Sales and After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menjelaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
"Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri," ujar Susilo Darmawan, Selasa (4/8/2026).
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, turut menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan dunia usaha. Menurutnya, pendidikan vokasi memegang peran strategis dalam menghasilkan SDM yang adaptif terhadap teknologi.
"Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah," kata Arie Wibowo Khurniawan.
HMSI menjalankan komitmen ini melalui program Hino Indonesia Partnership School (HIPS). Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, hingga sertifikasi kompetensi.
Selain itu, Hino Indonesia Academy hadir sebagai pusat peningkatan kemampuan teknis bagi mekanik dan pengemudi profesional. Hino Academy and Customer Center Division Head HMSI, Pieter Andre, menyebut pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang.
"Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," tutur Pieter Andre.
Dukungan juga datang dari jaringan dealer seperti PT Duta Cemerlang Motors. Direktur DCM, Christian Hemasurya, menyatakan bahwa lulusan vokasi yang terlatih sangat membantu efisiensi di dunia kerja.
"Bagi dealer, keberadaanlulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri sangat membantu proses adaptasi di dunia kerja. Mereka lebih siap bekerja, memahami budaya industri, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sejak hari pertama," ungkap Christian Hemasurya.