Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik
Ilustrasi isi ulang baterai mobil listrik. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Indonesia dan Malaysia resmi berkolaborasi lewat proyek Baterai Nusantara untuk mengembangkan ekosistem energi hijau regional.
  • Indonesia menyediakan material baterai dan katoda, sedangkan Malaysia menyiapkan infrastruktur untuk memproduksi sel baterai siap pakai.
  • Kerja sama ini bertujuan melepaskan ASEAN dari ketergantungan terhadap produsen baterai luar kawasan pada masa depan.

Suara.com - Indonesia dan Malaysia resmi menjalin kolaborasi strategis dalam mengembangkan baterai kendaraan listrik melalui proyek bertajuk Baterai Nusantara. Langkah besar ini diambil guna membangun ekosistem energi hijau yang lebih mandiri di kawasan Asia Tenggara.

Profesor Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN yang juga Founder National Battery Research Institute atau NBRI, Evvy Kartini menjelaskan bahwa kedua negara berbagi peran penting dalam proyek tersebut. Indonesia berfokus pada penyediaan bahan baku sementara Malaysia menyiapkan infrastruktur pengolahan.

“Indonesia memiliki potensi untuk berkontribusi dari sisi material baterai, khususnya pengembangan katoda. Sementara itu, Malaysia memiliki fasilitas pilot yang dapat digunakan untuk memproduksi sel baterai,” ujarnya dikutip dari Antara Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam prosesnya material yang dikembangkan di Indonesia akan dikirim ke Malaysia untuk diolah menjadi baterai siap pakai. Produk inovatif ini bahkan sudah diperkenalkan kepada kementerian terkait di Malaysia sebagai wujud nyata keseriusan kedua negara.

Evvy menegaskan bahwa visi utama dari kerja sama ini adalah menciptakan rantai pasok yang solid di level regional. Hal ini bertujuan agar negara-negara di Asia Tenggara tidak lagi memiliki ketergantungan tinggi pada produsen baterai dari luar kawasan.

“Kita juga ingin mencoba bagaimana di ASEAN ini tidak tergantung juga. Jadi punya baterai ASEAN sendiri,” katanya.

Meski tengah bersinergi secara internasional Evvy mengingatkan bahwa Indonesia tetap perlu memperkuat kemampuan produksi di dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai krusial adalah ketersediaan fasilitas pilot plant atau pabrik percontohan.

Ia berpendapat Indonesia tidak harus langsung membangun fasilitas berskala raksasa. Kehadiran pabrik percontohan sudah cukup untuk menjembatani hasil riset material menuju tahap industrialisasi yang lebih besar.

“Pilot itu kita tidak perlu langsung membuat gigawatt hour. Kita perlu bridging antara material ini ke sana,” ujarnya.

baca juga

Upaya ini dipandang sangat penting agar Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar pemasok bahan baku menjadi produsen sel baterai mandiri. Dengan potensi pasar kendaraan listrik yang terus meningkat di ASEAN kolaborasi ini diharapkan mampu membawa kawasan tersebut menjadi pemain kunci dalam industri otomotif global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geely Garap Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik Super Cepat, 80 Persen Cuma Lima Menit

Geely Garap Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik Super Cepat, 80 Persen Cuma Lima Menit

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Tips Parkir Paralel Wuling Air EV: Cara Aktifkan Mode Netral, Spesifikasi, dan Update Harga Terbaru

Tips Parkir Paralel Wuling Air EV: Cara Aktifkan Mode Netral, Spesifikasi, dan Update Harga Terbaru

Otomotif | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Apa Saja Fitur Unggulan dari Mobil Listrik Jaecoo? Intip Spesifikasi Gahar dan Harga J5 EV

Apa Saja Fitur Unggulan dari Mobil Listrik Jaecoo? Intip Spesifikasi Gahar dan Harga J5 EV

Otomotif | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×