- Pimpinan Suzuki Toshihiro Suzuki menyatakan bahwa elektrifikasi pada Jimny dapat merusak identitas dan karakter legendaris mobil tersebut.
- Suzuki tetap mempertahankan mesin bensin konvensional pada Jimny dan memilih menyesuaikan portofolio produk lain untuk memenuhi standar emisi.
- Suzuki optimis menghadapi aturan emisi ketat NVES 2027 di Australia dengan mengandalkan model kendaraan lain di luar lini Jimny.
Suara.com - Aturan emisi kendaraan di berbagai negara saat ini memang semakin ketat dan menuntut pabrikan otomotif untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan.
Namun bagi Suzuki, ada satu hal yang dianggap jauh lebih berharga daripada sekadar mengikuti tren teknologi yaitu karakter legendaris dari unit Jimny.
Pihak Suzuki menilai bahwa menyematkan motor listrik ke dalam tubuh Jimny justru akan merusak identitas yang sudah dibangun puluhan tahun.
Pimpinan Suzuki, Toshihiro Suzuki mengungkapkan pendapatnya mengenai potensi elektrifikasi pada mobil ikonik ini.
"Jika Anda bicara tentang Jimny EV, saya pikir itu akan merusak bagian terbaik dari mobil ini," ujar Toshihiro Suzuki, dikutip Rabu (2/9/2026).
Sikap tegas tersebut ternyata tidak bergeser meskipun industri otomotif global sedang gencar melakukan transisi ke kendaraan listrik.
Sedangkan General Manager Automotive Suzuki Australia, Michael Pachota menegaskan bahwa prinsip tersebut masih dipegang teguh oleh perusahaan.
Suzuki lebih memilih untuk melakukan penyesuaian pada portofolio mobil lainnya demi menyelamatkan Jimny dari sentuhan elektrifikasi.
Sejak pertama kali meluncur pada tahun 2018, Jimny beserta varian Jimny XL masih setia mengandalkan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated.
Dapur pacu ini mampu menghasilkan tenaga 75 kW dan torsi 130 Nm yang disalurkan melalui pilihan transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan.
Menariknya Jimny menjadi satu-satunya lini produk Suzuki yang benar-benar bersih dari teknologi hybrid maupun listrik. Meskipun mesin tersebut sudah berusia delapan tahun, peminat mobil ini justru semakin meningkat di berbagai pasar dunia.
Terkait aturan New Vehicle Efficiency Standard (NVES) 2027 di Australia yang menuntut standar emisi karbon sangat ketat, Suzuki tetap merasa optimistis.
Suzuki berencana memenuhi target rata-rata emisi lewat model-model lain dalam jajaran produk mereka. Bagi Suzuki, sensasi berkendara yang murni dan tangguh pada Jimny adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh perkembangan zaman.