Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Senin, 07 September 2026 | 09:45 WIB
Mobil Listrik BYD DIproduksi di Subang, Jangan Harap Harga Jadi Lebih Murah...
Pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
baca 10 detik
  • PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik perakitan mobil listrik berkapasitas 150 ribu unit per tahun di Subang Smartpolitan pada 7 September 2026.
  • Pabrik lokal tersebut memproduksi model Atto 1 dan M6 DM, yang membuat perusahaan secara bertahap menghentikan skema impor utuh.
  • Kebijakan fiskal dan insentif investasi membuat struktur harga jual kendaraan BYD di Indonesia tetap stabil tanpa mengalami penurunan.

Suara.com - PT BYD Motor Indonesia secara resmi memulai operasional pabrik perakitan pertamanya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan Jawa Barat. Fasilitas manufaktur ini dirancang memiliki kapasitas produksi yang cukup besar mencapai 150 ribu unit baik mobil listrik ataupun PHEV setiap tahunnya.

Saat ini pabrik tersebut sudah mulai memproduksi model Atto 1 serta M6 DM dan dijadwalkan merakit model lainnya dalam waktu dekat. Kehadiran pabrik lokal ini memicu pertanyaan besar di kalangan konsumen mengenai kemungkinan penurunan harga jual produk BYD di tanah air.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan memberikan penjelasan mendalam mengenai hal tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses transisi dari importir menjadi produsen lokal didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah untuk menjaga stabilitas transisi perusahaan.

"Ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya sama, baik saat impor maupun produksi di sini. Artinya, tidak ada perubahan harga menjadi lebih murah," jelas Luther, Senin (7/9/2026).

Luther menambahkan bahwa harga kendaraan sangat dipengaruhi oleh volume produksi dan skala ekonomi yang dicapai. Jika produksi lokal tidak dibarengi dengan angka penjualan yang optimal maka ada risiko harga justru berpotensi mengalami kenaikan.

"Makanya, sekarang fokus utama kami adalah mengoptimalkan kapasitas produksi yang dimiliki, apalagi kapasitas pabrik ini bisa mencapai 150 ribu unit per tahun," tegas Luther.

Sejalan dengan beroperasinya pabrik ini BYD mulai menghentikan skema impor utuh atau Completely Built Up untuk pasar Indonesia secara bertahap. Perusahaan otomotif asal Tiongkok tersebut kini berkomitmen penuh beralih menggunakan hasil produksi dalam negeri untuk unit yang dipasarkan di Indonesia.

Sebelumnya BYD memanfaatkan fasilitas insentif pemerintah dengan mengimpor sekitar 92 ribu unit kendaraan. Sebagai kompensasi atas fasilitas tersebut perusahaan wajib memproduksi unit secara lokal dalam jumlah yang sama dalam periode dua tahun ke depan.

"Kami melakukan impor bukan sekadar untuk jualan, melainkan sebagai bentuk kompensasi dengan mengenalkan terlebih dahulu ke pasar produk-produk yang nantinya pasti kami produksi di sini," ungkap Luther.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik Subang Beroperasi BYD Pastikan Tidak Ada Lagi Mobil Impor CBU

Pabrik Subang Beroperasi BYD Pastikan Tidak Ada Lagi Mobil Impor CBU

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 14:22 WIB

Sempat Molor dari Waktu yang Dijanjikan, Pabrik BYD Akhirnya Diresmikan

Sempat Molor dari Waktu yang Dijanjikan, Pabrik BYD Akhirnya Diresmikan

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 19:45 WIB

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Presiden Prabowo Batal Resmikan Pabrik BYD dengan Investasi Rp 11,7 Triliun

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Review Sabun Kojie San untuk Wajah Menurut Pengguna Shopee, Harum dan Mencerahkan

Review Sabun Kojie San untuk Wajah Menurut Pengguna Shopee, Harum dan Mencerahkan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Kalbar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:58 WIB

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:53 WIB

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

Bali | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:51 WIB

×