- BYD Motor Indonesia berkomitmen menghentikan impor mobil utuh setelah pabrik produksi lokal beroperasi secara resmi di Subang.
- Perusahaan merealisasikan impor sekitar 92.000 unit kendaraan listrik dari total kuota 100.000 unit yang diberikan pemerintah dalam dua tahun.
- Pabrik di Subang menargetkan pemenuhan produksi lokal sebanyak 92.000 unit dalam dua tahun dengan kapasitas maksimal 150.000 unit pertahun.
Suara.com - Pabrik BYD di Subang Jawa Barat siap mengubah peta persaingan otomotif nasional. Produsen kendaraan listrik asal China ini memastikan tidak akan lagi mendatangkan mobil secara utuh atau completely built up (CBU) setelah fasilitas produksinya beroperasi secara resmi.
Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T Panjaitan menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan unit di tanah air nantinya bakal dipasok dari jalur produksi lokal. Saat ini sisa stok kendaraan impor yang berada di jaringan diler sudah sangat terbatas.
“Sudah enggak sama sekali (impor CBU),” kata Luther di Subang Jawa Barat, Jumat 4 September 2026.
Menurutnya sejumlah model yang masih beredar di pasar saat ini seperti BYD Atto 3 dan Seal merupakan sisa pasokan dari impor sebelumnya. Setelah masa transisi ini berakhir BYD akan sepenuhnya berkonsentrasi pada manufaktur dalam negeri.
Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan fasilitas impor kendaraan listrik yang sebelumnya diberikan pemerintah. BYD mendapatkan kuota hingga 100.000 unit dalam dua tahun dengan syarat pembangunan pabrik di Indonesia. Dari jatah tersebut perusahaan telah merealisasikan impor sekitar 92.000 unit.
“Dengan jumlah investasi yang besar kita diberikan kesempatan untuk bisa mengimpor kendaraan sampai 100.000 unit dalam dua tahun. Secara kompensasi kita harus bangun pabrik dalam waktu dua tahun dan kita sudah realisasikan, artinya kita menjawab komitmen itu,” jelas Luther.
Realisasi impor sebanyak 92.000 unit tersebut kini menjadi dasar kewajiban produksi BYD di Indonesia dengan jumlah yang sama. Perusahaan menargetkan pemenuhan kewajiban produksi ini selesai dalam waktu dua tahun ke depan. Pabrik di Subang sendiri dirancang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun dengan rata-rata output 10.000 unit per bulan.
Saat ini lini produksi lokal mencakup model BYD Atto 1 serta varian BYD M6 EV dan M6 DM. Ke depan perusahaan berencana melokalkan lebih banyak model lainnya untuk memperkuat posisi di pasar otomotif tanah air.
“Ini adalah fasilitas yang sudah ada, ya kita akan lokalkan (model-model lainnya),” pungkas Luther.