Krisis Otomotif Paksa Volkswagen Sulap Pabrik Mobil Jadi Fasilitas Militer

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 09 September 2026 | 17:15 WIB
Krisis Otomotif Paksa Volkswagen Sulap Pabrik Mobil Jadi Fasilitas Militer
Iluistrasi pabrik Volkswagen . [AFP]
baca 10 detik
  • Volkswagen menjual pabrik Osnabrück kepada Lower Saxony dan Aurelius Capital untuk memproduksi peralatan militer.
  • Fasilitas tersebut berkolaborasi dengan Rafael Advanced Defense Systems guna membuat komponen pertahanan udara Eropa.
  • Alih fungsi pabrik ini berhasil menyelamatkan sekitar 1.400 posisi pekerja dari total 1.800 buruh manufaktur.

Suara.com - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, mengambil langkah radikal dengan mengalihfungsikan pabrik mobilnya di Osnabrück menjadi fasilitas produksi peralatan pertahanan militer. Keputusan drastis ini mengemuka di tengah dorongan persenjataan kembali di kawasan Eropa serta gelombang restrukturisasi besar yang melanda produsen kendaraan tersebut.

Volkswagen telah menyepakati penjualan fasilitas tersebut kepada Pemerintah Negara Bagian Lower Saxony dan firma investasi Aurelius Capital. Berkolaborasi dengan pengembang sistem pertahanan asal Israel, Rafael Advanced Defense Systems, lokasi ini akan memproduksi komponen sistem pertahanan udara.

"Rencana ini melibatkan potensi pembuatan sistem dan komponen untuk sistem pertahanan udara untuk Jerman dan Eropa. (Kerja sama ini dimaksudkan untuk) membuka jalan bagi kemitraan dan proyek lebih lanjut," paparnya perwakilan Volkswagen dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (9/9/2026).

Peralihan fungsi ini menjadi penyelamat penting bagi para buruh manufaktur. Kegiatan manufaktur kendaraan yang semula dijadwalkan gulung tikar pada pertengahan 2027 kini diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 1.400 dari total 1.800 posisi pekerja.

"Dengan kesepakatan hari ini, kami mengambil langkah penting menuju pembukaan masa depan industri baru untuk situs tersebut," ungkap CEO Volkswagen Oliver Blume.

Keputusan strategis ini diambil menyusul peluncuran program restrukturisasi bertajuk Future Plan 2030. Tekanan pasar akibat lemahnya permintaan, lonjakan biaya operasional, dan gempuran persaingan kendaraan listrik asal China mengancam keberlangsungan sejumlah pabrik lain di Jerman.

Di sisi lain, lonjakan anggaran pertahanan Jerman turut mendorong akselerasi konversi industri ini. Menteri-Presiden Negara Bagian Lower Saxony Olaf Lies menilai alih fungsi pabrik menjadi solusi konkret atas dinamika keamanan regional.

"Dengan perjanjian ini, kami membuka peluang industri yang nyata untuk Osnabrück. Situs ini membanggakan tenaga kerja yang sangat terampil... Pada saat yang sama, telah terjadi perubahan mendasar dalam situasi keamanan dan kebutuhan kita akan perlindungan. Jerman dan Eropa harus memperkuat kemampuan mereka dan menjadi lebih mandiri," tegasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa VW PHK 100 Ribu Karyawan? Ini Alasan di Balik Keputusan Ekstrem Raksasa Otomotif Jerman

Kenapa VW PHK 100 Ribu Karyawan? Ini Alasan di Balik Keputusan Ekstrem Raksasa Otomotif Jerman

Otomotif | Minggu, 06 September 2026 | 20:40 WIB

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!

Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:08 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×