- Pengendara motor perlu mengetahui perbedaan desain serta mekanisme penggunaan antara helm modular dan helm full face.
- Helm modular menawarkan fleksibilitas dagu yang dapat dibuka, sedangkan helm full face memiliki struktur menyatu yang menyeluruh.
- Pemilihan jenis helm harus disesuaikan dengan kebutuhan berkendara serta tetap memperhatikan standar sertifikasi keselamatan yang berlaku.
Suara.com - Helm menjadi perlengkapan penting yang wajib digunakan pengendara motor saat berkendara.
Di pasaran, terdapat berbagai jenis helm yang dapat dipilih, termasuk helm modular dan helm full face.
Keduanya sama-sama menutup bagian kepala dan wajah, tetapi memiliki desain serta cara penggunaan yang berbeda.
Helm modular menawarkan fleksibilitas karena bagian dagunya dapat dibuka pada model tertentu.
Sementara itu, helm full face memiliki desain yang lebih menyatu sehingga seluruh bagian kepala dan wajah terlindungi dalam satu struktur helm.
Lantas, apa saja perbedaan helm modular dan helm full face yang perlu diketahui pengendara motor? Simak informasi berikut ini.
1. Desain Helm
Helm full face memiliki bagian depan dan dagu yang menyatu dengan cangkang helm sehingga wajah tertutup sepenuhnya ketika digunakan.
Sementara itu, helm modular memiliki bagian dagu yang dapat dibuka atau diangkat pada mekanisme tertentu.
Desain tersebut membuat helm modular bisa digunakan dalam beberapa posisi sesuai kebutuhan.
2. Fleksibilitas Penggunaan
Helm modular lebih fleksibel karena bagian depannya dapat dibuka ketika pengendara sedang berhenti. Hal ini memudahkan aktivitas seperti berbicara atau minum tanpa harus melepas seluruh helm.
Helm full face tidak memiliki mekanisme tersebut. Jika ingin membuka bagian wajah, pengendara perlu melepas helm atau mengangkat visor jika hanya ingin mendapatkan sirkulasi udara tambahan.
3. Perlindungan Wajah
Helm full face dirancang dengan struktur yang menutupi kepala, sisi wajah, hingga dagu. Karena konstruksinya menyatu, perlindungan pada bagian depan kepala menjadi salah satu karakteristik utama jenis helm ini.
Helm modular juga memiliki pelindung dagu pada desainnya, tetapi mekanisme yang memungkinkan bagian tersebut bergerak menjadi pembeda.
Tingkat perlindungannya tetap bergantung pada desain, konstruksi, dan sertifikasi helm yang digunakan.
4. Bobot Helm
Helm modular umumnya memiliki mekanisme tambahan pada bagian dagu sehingga bobotnya dapat terasa lebih berat dibandingkan helm full face tertentu.
Namun, berat helm berbeda-beda berdasarkan material, ukuran, fitur, dan konstruksi masing-masing produk. Jangan hanya melihat jenis helm ketika mempertimbangkan bobot.
5. Sirkulasi Udara
Helm modular dapat memberikan sensasi lebih terbuka ketika bagian depannya diangkat pada kondisi yang memungkinkan.
Fitur ini bisa terasa praktis ketika pengendara sedang berhenti.
Helm full face mengandalkan ventilasi yang tersedia pada helm untuk mengatur aliran udara. Sistem ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi rasa pengap selama perjalanan.
6. Kepraktisan
Helm modular cocok bagi pengendara yang membutuhkan fleksibilitas selama perjalanan, terutama ketika sering berhenti atau melakukan aktivitas di luar motor.
Helm full face lebih sederhana karena tidak memiliki mekanisme buka-tutup pada bagian dagu. Pengendara cukup mengenakannya dan menyesuaikan posisi helm serta tali pengaman dengan benar.
7. Sertifikasi dan Kesesuaian
Apa pun jenis helm yang dipilih, pengendara perlu memperhatikan standar keselamatan dan sertifikasi yang berlaku.
Pastikan helm memiliki ukuran yang sesuai, tidak longgar, serta tali pengamannya dapat terpasang dengan baik.
Jadi, perbedaan helm modular dan helm full face terutama terdapat pada desain, fleksibilitas, bobot, dan mekanisme penggunaannya.
Pemilihan helm sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan berkendara tanpa mengabaikan aspek keselamatan.