- Helm yang basah akibat hujan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan bau tidak sedap ketika digunakan kembali.
- Air yang terperangkap dalam busa, lapisan dalam, dan tali helm membuatnya sulit kering serta berisiko memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
- Helm perlu dikeringkan dengan cara yang tepat untuk mencegah bau apek dan mengurangi risiko iritasi kulit kepala.
Suara.com - Selain pakaian dan sepatu, helm juga menjadi salah satu perlengkapan berkendara yang rentan basah akibat terkena air hujan saat musim hujan.
Helm yang basah tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ketika digunakan kembali, tapi juga berpotensi mengeluarkan bau tidak sedap.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika air terperangkap dalam busa, lapisan dalam, dan tali helm sehingga bagian-bagian tersebut sulit mengering.
Jika dibiarkan lembap terlalu lama, bagian dalam helm dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur yang bisa memicu bau apek dan iritasi kulit kepala.
Oleh karena itu, helm yang basah setelah kehujanan perlu dikeringkan dengan cara yang tepat. Bagaimana caranya? Simak langkah-langkah berikut.
Cara Mengeringkan Helm yang Basah Setelah Kehujanan

Mengeringkan helm tidak cukup hanya dengan mengelap bagian luarnya. Bagian dalam, busa, dan tali helm juga perlu mendapatkan perhatian agar tidak ada kelembapan yang tertinggal.
Melansir panduan di laman Street Jam, berikut langkah-langkah yang tepat untuk mengeringkan helm basa terkena air hujan:
1. Lap Bagian Luar Helm
Langkah pertama adalah menghilangkan sisa air hujan yang menempel pada permukaan helm. Gunakan kain bersih dan kering untuk mengelap bagian luar, termasuk kaca atau visor.
Lakukan secara perlahan agar permukaan helm tidak tergores. Jika masih terdapat kotoran akibat cipratan air hujan, bersihkan sesuai petunjuk perawatan dari produsen helm.
2. Lepaskan Busa Bagian Dalam Jika Memungkinkan
Beberapa jenis helm memiliki busa atau lapisan dalam yang dapat dilepas. Jika helm memiliki fitur tersebut, lepaskan komponennya secara hati-hati sesuai petunjuk produsen agar bagian dalam lebih mudah dikeringkan.
Busa yang terlepas dapat dikeringkan secara terpisah sehingga air tidak terperangkap di antara lapisan helm.
Namun, jika busa tidak dapat dilepas, cukup tekan perlahan menggunakan kain kering untuk menyerap kelembapannya.

3. Keringkan dengan Diangin-anginkan
Letakkan helm di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Kamu bisa menaruhnya di dekat jendela terbuka atau menggunakan kipas angin untuk membantu mempercepat proses pengeringan.
Hindari menjemur helm terlalu lama di bawah sinar matahari langsung karena panas berlebih berpotensi merusak material tertentu. Pastikan posisi helm memungkinkan udara mengalir ke bagian dalamnya.
4. Gunakan Kipas Angin untuk Mempercepat Pengeringan
Jika helm cukup basah, kipas angin bisa menjadi alternatif untuk membantu mengeringkannya. Arahkan aliran udara ke bagian dalam helm dengan kecepatan rendah hingga sedang.
Cara ini membantu mengurangi kelembapan tanpa paparan panas berlebihan. Sebaliknya, hindari menggunakan pengering rambut bersuhu tinggi atau meletakkan helm di dekat pemanas karena dapat merusak material dan lapisan perekatnya.
5. Keringkan Busa dan Tali Helm
Jika busa dapat dilepas, letakkan di atas handuk bersih, kemudian tekan perlahan menggunakan kain kering untuk menyerap air.
Jangan memeras atau memelintir busa karena tindakan tersebut berpotensi merusak bentuk dan materialnya.
Periksa pula tali helm karena bagian ini juga dapat menyimpan kelembapan. Pastikan busa dan tali benar-benar kering sebelum helm digunakan kembali.
6. Pastikan Helm Kering Sebelum Disimpan
Sebelum menyimpan helm, periksa kembali bagian dalam, busa, dan tali untuk memastikan tidak ada bagian yang masih lembap. Jika masih terasa basah, lanjutkan proses pengeringan hingga benar-benar kering.
Setelah itu, simpan helm di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari langsung memasukkannya ke dalam tas atau lemari tertutup ketika kondisinya masih lembap.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, helm dapat terhindar dari kelembapan berlebih yang memicu bau tidak sedap.
Perawatan sederhana ini juga membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan helm selama musim hujan.