Nah, doa yang sangat populer ini dikatakan UAH ternyata masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama besar.
Banyak dari para ulama mengatakan jika doa buka puasa yang sangat populer tersebut adalah dhaif.
Akan tetapi, UAH juga menjelaskan ada ulama besar lainnya yang menilai doa buka puasa paling populer tersebut shahih.
2. Merujuk pernyataan Abu Daud nomor hadis 2358
Kemudian yang kedua adalah doa buka puasa yang kurang populer. Namun, doa ini sama sekali belum pernah diperselisihkan.
'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'
Artinya:
"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."
Meski begitu, Adi Hidayat mengatakan jika ada yang membacakan atau mengamalkan doa buka puasa yang kedua, bukan berarti menyalahkan doa buka puasa yang sangat populer atau yang pertama.
Dijelaskan UAH, kedua doa buka puasa tersebut memiliki sandaran hadits. UAH kemudian mengatakan, meski statusnya lebih lemah dari doa buka puasa kedua, akan tetapi tidak boleh menyalahkan jika ada yang berdoa dengan pilihan pertama.
Dalam hal ini Ustadz Adi Hidayat menganjurkan untuk membaca doa buka puasa dengan bacaan yang kedua.
UAS dalam hal ini tidak pernah menyalahkan jika bacaan doa yang pertama salah atau tidak dianjurkan. (*)
Sumber: YouTube Ukhti HTA